Di Tengah Gejolak Energi Global, Emiten TBS Energi Percepat Diversifikasi Bisnis
Sanusi March 10, 2026 12:33 PM

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten atau perusahaan publik, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mempercepat bisnis hijau yang lebih berkelanjutan di tengah tengah ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

Sepanjang 2025, TOBA menata ulang portofolio secara menyeluruh sebagai bagian dari langkah strategic repositioning untuk memperkuat fondasi keuangan dan membangun struktur bisnis yang lebih resilien.

Direktur TOBA Juli Oktarina, mengatakan, keputusan penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, guna mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan perseroan.

Baca juga: Bantah Punya Saham Toba Pulp, Geram soal Tuduhan, Luhut: Kampungan

"Ketiga pilar itu, pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik," papar Juli dikutip Selasa (9/3/2026).

Menurutnya, langkah strategis ini menjadi semakin relevan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang mulai memberikan tekanan hebat pada pasar energi global.

"TOBA memandang diversifikasi bisnis sebagai kunci resiliensi dan mitigasi risiko dalam menghadapi volatilitas pasar energi global," paparnya.

“Strategi bisnis kami saat ini memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk tetap tumbuh, di mana sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik justru menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional," sambungnya.

Kinerja Keuangan

Di tahun 2025, TOBA mencatat US$155,4 juta kontribusi pendapatan dari pengelolaan limbah, yang merupakan 41ri total pendapatan Perseroan.

Ia menyebut, dengan komposisi bisnis yang semakin terdiversifikasi, eksposur terhadap volatilitas harga batu bara global pun semakin berkurang, sejalan dengan arah transformasi Perseroan.

Segmen pertambangan dan perdagangan batu bara membukukan pendapatan sebesar US$194,6 juta, setara dengan 51ri total pendapatan Perseroan, turun signifikan dibandingkan kontribusi 81% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, penurunan proporsi ini mencerminkan arah strategis perseroan untuk secara bertahap menurunkan eksposur terhadap batu bara sekaligus mempercepat pergeseran menuju portofolio yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: KB Bank Tingkatkan Kualitas Aset dan Pertumbuhan Kredit melalui Sukuk PT TBS Energi Utama Tbk

"Meski menghadapi tantangan pasar komoditas batu bara, namun perseroan berhasil mencatatkan EBITDA disesuaikan positif sebesar US$47,2 juta," paparnya.

Perseroan juga membukukan rugi bersih sebesar US$162
juta yang disebabkan oleh merosotnya harga batu bara dunia di sepanjang tahun 2025 dan kerugian non-kas dan tidak berulang yang berasal dari dampak divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar US$97 juta sebagai bagian dari transformasi Perseroan ke sektor rendah karbon

Ia menyampaikan, realisasi rugi akuntansi di tahap ini merupakan bagian dari proses transisi satu kali yang diperlukan untuk membuka potensi arus kas jangka yang lebih berkualitas, serta aset yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih berkelanjutan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.