2.076 Polisi Diterjunkan Amankan Bali Jelang Perayaan Nyepi dan Lebaran
Putu Dewi Adi Damayanthi March 10, 2026 12:36 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 2.076 personel gabungan dari Polda Bali dan Polres jajaran resmi disiagakan dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai rangkaian dimulainya Operasi Ketupat Agung 2026.

Upaya ini dilakukan untuk menyambut dua momentum besar keagamaan yang berdekatan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sebanyak 488 personel dari Polda Bali bersinergi dengan 1.588 personel di tingkat Polres, menyisir setiap celah potensi kerawanan mulai dari tanggal 9 hingga 12 Maret 2026.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, bahwa pengerahan ribuan personel ini menyasar berbagai potensi penyakit masyarakat yang kerap muncul menjelang hari raya.

Baca juga: Sepekan Menuju Nyepi dan Lebaran Polda Bali Pastikan Dapur Warga Aman dari Cekikan Harga

Seperti peredaran miras ilegal, perjudian, narkoba, hingga penggunaan petasan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. 

Selain itu, pengawasan terhadap pergerakan mudik dini juga mulai diperketat.

“Sebanyak 2.076 personel kami kerahkan dalam KRYD ini sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi Kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap aman dan kondusif. Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan tenang," kata Kombes Pol Sandy, pada Selasa 9 Maret 2026.

"Melalui kegiatan ini kami berharap potensi kejahatan dan gangguan kamtibmas dapat ditekan secara maksimal,” sambungnya.

Langkah taktis ini dipertegas oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono yang menyebutkan bahwa peningkatan patroli dilakukan di titik-titik vital, mulai dari tempat ibadah hingga pusat perbelanjaan yang mulai dipadati warga.

Menurutnya, langkah proaktif ini adalah bentuk komitmen tanpa kompromi untuk menjaga stabilitas Bali di tengah hiruk-pikuk dua hari besar keagamaan.

Satgas Preventif Polda Bali, AKBP I Gusti Alit Putra bersama 19 personel dari satuan Brimob, Ditsamapta, dan Ditpamobvit nampak tidak hanya berjaga, tetapi juga menyapa hangat para sopir dan calon penumpang.

Meski arus lalu lintas terpantau ramai dengan sekitar 50 penumpang yang hendak berangkat, suasana tetap cair.

Polisi berdialog dengan warga, mendengarkan keluh kesah mereka, sembari menyisipkan pesan agar tetap waspada selama perjalanan.

Pendekatan dialogis ini menjadi bukti bahwa ketegasan menjaga keamanan bisa bersanding selaras dengan keramahan.

“Melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan ini, Polda Bali hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif," kata dia.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta bersama-sama menciptakan kamtibmas yang sejuk menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, menekankan ribuan anak buahnya untuk menanggalkan ego dan benar-benar melayani masyarakat dalam bertugas.

“Sebagai anggota kepolisian, kita adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Karena itu, kita harus benar-benar memposisikan diri sebagai pelayan," ujar Irjen Pol Daniel Adityajaya.

"Jangan pernah merasa berada di atas masyarakat. Tempatkan diri kita di bawah, karena tugas kita adalah melayani masyarakat dengan tulus, profesional, dan humanis,” imbuhnya.

Bagi jenderal bintang dua ini, rasa aman bukan hanya soal angka statistik kriminalitas yang menurun, melainkan tentang bagaimana masyarakat merasa aman dan nyaman.

Ia mengingatkan bahwa empati dan komunikasi yang santun adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.