Sebelum Mudik Lakukan 7 Hal Ini agar Rumah Aman dari Risiko Kebanjiran
Konten Grid March 10, 2026 12:34 PM

Nova.id -Mudik Lebaran sering menjadi momen yang dinanti banyak orang.

Setelah berbulan-bulan sibuk bekerja, pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga terasa sangat menyenangkan.

Namun sebelum meninggalkan rumah dalam waktu beberapa hari bahkan minggu, ada satu hal penting yang sering terlewat: memastikan rumah tetap aman selama ditinggal.

Salah satu risiko yang kerap terjadi saat rumah kosong adalah kebanjiran, baik karena hujan deras maupun masalah instalasi air di dalam rumah.

Tanpa pengawasan, genangan air bisa merusak perabot, lantai, hingga struktur bangunan.

Agar perjalanan mudik tetap tenang tanpa khawatir rumah tergenang air, ada beberapa langkah penting yang sebaiknya dilakukan sebelum berangkat.

1. Periksa Saluran Air di Sekitar Rumah

Langkah pertama yang tidak boleh diabaikan adalah memastikan saluran drainase atau got di sekitar rumah tidak tersumbat.

Sampah daun, plastik, atau lumpur bisa menghambat aliran air saat hujan deras.

Bersihkan saluran air di halaman maupun depan rumah. Jika memungkinkan, cek juga kondisi gorong-gorong di sekitar lingkungan agar air hujan bisa mengalir dengan lancar.

2. Pastikan Talang Air Berfungsi Baik

Talang air memiliki peran penting dalam mengalirkan air hujan dari atap menuju saluran pembuangan.

Jika talang tersumbat atau rusak, air bisa meluap dan merembes ke dalam rumah.

Sebelum mudik, luangkan waktu untuk:

- Membersihkan talang dari daun kering

- Mengecek sambungan talang

- Memastikan tidak ada bagian yang bocor atau patah

Talang yang bersih dan berfungsi baik dapat mencegah genangan air di atap maupun dinding rumah.

3. Tutup Rapat Semua Pintu dan Jendela

Saat rumah ditinggalkan, pintu dan jendela harus dipastikan tertutup rapat.

Selain untuk keamanan, langkah ini juga membantu mencegah air hujan masuk jika terjadi angin kencang.

Periksa juga bagian celah di bawah pintu atau jendela. Jika perlu, gunakan penahan atau lap tambahan untuk mengurangi kemungkinan air masuk.

4. Cabut Peralatan Elektronik yang Tidak Digunakan

Meski tidak langsung berkaitan dengan banjir, mencabut peralatan elektronik penting dilakukan untuk mencegah kerusakan akibat korsleting listrik jika terjadi kebocoran air.

Beberapa perangkat yang sebaiknya dicabut antara lain:

- Televisi

- Dispenser

- Mesin cuci

- Rice cooker

- Charger perangkat elektronik

Langkah ini juga membantu menghemat penggunaan listrik selama rumah kosong.

5. Matikan Sumber Air dari Keran Utama

Kebocoran pipa sering terjadi tanpa disadari. Jika rumah ditinggal lama, kebocoran kecil bisa berubah menjadi genangan besar.

Karena itu, sebaiknya tutup keran utama atau sumber air dari pompa sebelum berangkat mudik. Dengan begitu, risiko air mengalir terus-menerus akibat pipa bocor dapat dihindari.

6. Pindahkan Barang Penting ke Tempat Lebih Tinggi

Langkah antisipasi berikutnya adalah memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Terutama jika rumah berada di wilayah yang rawan banjir.

Barang yang sebaiknya diamankan antara lain:

- Dokumen penting

- Peralatan elektronik

- Karpet atau barang berbahan kain

- Perabot kayu

Simpan barang tersebut di lemari tinggi atau lantai atas rumah jika tersedia.

7. Titipkan Rumah pada Tetangga atau Petugas Keamanan

Terakhir, jangan ragu meminta bantuan orang yang dipercaya untuk sesekali mengecek kondisi rumah.

Kamu bisa:

- Memberi tahu tetangga terdekat

- Melapor pada petugas keamanan perumahan

- Memasang kamera CCTV jika tersedia

Dengan adanya pengawasan, potensi masalah seperti kebocoran air, banjir kecil, atau gangguan lainnya bisa segera diketahui.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.