Masuk Hari ke-20 Puasa Ramadan, Ini yang Terjadi pada Tubuh Kita
Grid March 10, 2026 12:35 PM

GridHEALTH.id - Puasa Ramadan tidak hanya menjadi ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga membawa berbagai perubahan dan manfaat pada tubuh kita.

Setelah sekitar 20 hari menjalani puasa, tubuh biasanya sudah mulai beradaptasi dengan pola makan yang berbeda dari biasanya.

Sebab, di waktu ini, metabolisme tubuh cenderung menjadi lebih stabil. Tubuh juga sudah terbiasa dengan waktu makan saat sahur dan berbuka.

Pada awal puasa, sebagian orang mungkin mengalami berbagai keluhan, seperti sakit kepala atau tension headache.

Kondisi ini bisa dipicu oleh perubahan kadar gula darah, kurangnya asupan cairan, atau kebiasaan mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi sebelum puasa.

Ada juga yang merasakan perut perih akibat meningkatnya asam lambung karena perubahan pola makan.

Namun, keluhan tersebut biasanya hanya terjadi di awal Ramadan sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh — setelah beberapa waktu, tubuh akan menyesuaikan diri sehingga kondisi tersebut berangsur membaik.

Saat berpuasa, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama. Ketika cadangan glukosa mulai habis, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi cadangan.

Proses ini terjadi secara bertahap sehingga pembakaran lemak meningkat dan berat badan serta kadar kolesterol bisa lebih terkontrol.

Memasukihari ke-20 menjalani puasa, tubuh umumnya sudah lebih stabil. Metabolisme bekerja lebih baik, kadar hormon endorfin meningkat, dan tubuh terasa lebih ringan.

Hormon endorfin sendiri dapat membantu meningkatkan suasana hati sehingga seseorang bisa merasa lebih tenang dan bahagia.

Karena itu, tidak sedikit orang yang merasa tubuhnya lebih ringan dan kondisi mentalnya lebih baik setelah menjalani puasa selama beberapa minggu.

Selain perubahan pada metabolisme energi, tubuh juga harus beradaptasi dengan kondisi tanpa asupan cairan selama beberapa jam.

Meski demikian, tubuh manusia memiliki sistem yang cukup cerdas untuk menghemat cairan agar tidak mengalami dehidrasi.

Menurut British Nutrition Foundation, tubuh memang tidak dapat menyimpan air dalam jumlah besar. Namun, ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dengan cara mengurangi jumlah air yang dikeluarkan melalui urine.

Walaupun tubuh berusaha menghemat cairan, seseorang yang berpuasa tetap akan kehilangan cairan secara bertahap melalui urine, keringat, dan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, menjaga asupan cairan saat waktu berbuka dan sahur tetap sangat penting.

Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Selama Puasa

Agar tubuh tetap sehat selama Ramadan, penting untuk menjaga pola makan dan asupan cairan. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka

- Memperbanyak buah dan sayur

- Membatasi makanan tinggi lemak dan gula

- Memenuhi kebutuhan cairan setelah berbuka hingga sahur

Dengan pola makan yang sehat, puasa tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan tubuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.