Kepala Satpol PP dan Damkar Sinjai Imbau Warga Waspada Kebakaran saat Mudik Lebaran
Sukmawati Ibrahim March 10, 2026 02:06 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sinjai, Agung Prayogo, mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kebakaran rumah saat mudik Lebaran.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas masyarakat yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama selama momentum mudik Idulfitri.

Agung Prayogo mengatakan, salah satu penyebab kebakaran rumah yang sering terjadi adalah kelalaian dalam penggunaan instalasi listrik.

“Penyebab kasus kebakaran adalah korsleting listrik,” kata Agung kepada Tribun-Timur, Selasa (10/3/2026).

Ia meminta masyarakat memastikan seluruh aliran listrik pada peralatan elektronik telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah.

“Mencabut semua colokan listrik dari stop kontak agar tidak terjadi korsleting saat rumah ditinggalkan,” ujarnya.

Selain itu, warga yang berencana mudik dalam waktu cukup lama juga diminta mengosongkan lemari es dan mematikan aliran listriknya.

“Langkah tersebut dapat mengurangi beban listrik sekaligus meminimalkan risiko kebakaran,” katanya.

Agung juga mengingatkan masyarakat agar mematikan seluruh lampu di setiap ruangan sebelum bepergian.

“Penampungan air di rumah juga sebaiknya dikosongkan dan aliran listrik pada pompa air dimatikan,” katanya.

Selain instalasi listrik, perhatian juga perlu diberikan pada penggunaan gas elpiji di rumah.

Agung mengimbau masyarakat untuk mencabut regulator dari tabung gas sebelum meninggalkan rumah.

“Pastikan tabung gas tertutup rapat dan tidak bocor,” ujarnya.

Tabung gas juga sebaiknya disimpan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik.

Selain itu, hindari menyimpan tabung gas di tempat yang terkena paparan langsung sinar matahari.

“Mari kita lebih berhati-hati sebelum meninggalkan rumah saat mudik,” katanya.

Sepanjang 2026, sebanyak 10 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kasi Operasi Damkar Sinjai, Muh Yamin.

“Mulai 1 Januari hingga 2 Maret, kami sudah menangani 10 kasus kebakaran,” kata Muh Yamin.

Meski frekuensi kejadian cukup tinggi, Muh Yamin memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun total kerugian ditaksir mencapai Rp845 juta,” katanya. (*)

 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.