Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan silaturahmi pengurus partai serta santunan kepada anak yatim di RM Kurnia, Kota Pasuruan Senin (9/3/2026).
Acara dihadiri jajaran pengurus DPC dan PAC PDIP dari Kota dan Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal partai.
Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional DPD PDIP Jawa Timur Andri Wahyudi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan dan soliditas kader.
Menurutnya, saat ini partai tengah memasuki fase regenerasi kepengurusan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Prinsipnya hari ini kita menyolidkan barisan. Saat ini proses regenerasi di tingkat DPP, DPD hingga DPC sedang berjalan, dan proses penjaringan kepengurusan sudah selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan seluruh struktur partai, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, agar tetap solid dalam menjalankan agenda organisasi.
Baca juga: Peringatan Nuzulul Quran, PDIP Jatim Santuni Anak Yatim dan Janda
Selain itu, AW, sapaan akrabnya juga menyampaikan pesan dari Buya Said Abdullah terkait komposisi kepengurusan partai.
Dalam struktur organisasi, partai mendorong keterlibatan perempuan minimal 30 persen serta memberi ruang lebih besar bagi kader muda.
“Targetnya sekitar 40 persen pengurus berasal dari kalangan usia di bawah 35 tahun. Ini bagian dari upaya regenerasi dan penyegaran organisasi,” jelasnya.
Ia berharap melalui konsolidasi yang terus dilakukan, PDIP di Pasuruan dapat semakin kuat dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk persiapan menuju tahun politik 2029.
“Silaturahmi ini juga menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan adalah partai terbuka bagi semua kalangan, dari berbagai latar belakang,” tambahnya.
Sementara itu Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPD PDIP Jawa Timur Qintharra Ulya Yassifa mendorong generasi muda untuk tidak ragu terlibat dalam aktivitas politik melalui partai.
Menurutnya, partisipasi anak muda sangat penting untuk menghadirkan perspektif baru dalam menyikapi berbagai isu strategis di masyarakat.
“Anak muda jangan malu atau takut bergabung dengan partai. Justru kita membutuhkan pandangan dan perspektif dari generasi muda agar lebih realistis dalam menanggapi isu-isu strategis,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan kader muda, termasuk melalui pelatihan debat, penguatan retorika politik, serta pemahaman ideologi partai agar kader tetap memiliki arah dan nilai perjuangan yang jelas.
“Alhamdulillah PDI Perjuangan cukup progresif. Saya diberi ruang dan tanggung jawab untuk membuat program bersama anak-anak muda agar mereka mampu melihat persoalan dan menghadirkan solusi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para kader berharap kebersamaan dan soliditas partai di wilayah Pasuruan semakin kuat sekaligus membawa keberkahan bagi perjuangan politik ke depan