EKSKLUSIF Hari-Hari Laini Misrah di Teheran: Menyelesaikan Tesis di Tengah Sirine dan Rudal | On focus
Tribun-video March 10, 2026 04:56 PM

TRIBUN-VIDEO - Di tengah sirine dan ledakan rudal yang terdengar dari berbagai penjuru Teheran, Laini Misrah, mahasiswi Indonesia asal Aceh, tetap menuntaskan tesis Magister Hukum Pidana dan Kriminologi di Ahlul Bayt International University.

Setiap hari, dari kamarnya sederhana tempat ia menulis, suara dentuman terdengar jauh dari timur, barat, atau utara kota.

Dentuman itu bukan hanya alarm perang, tapi juga menjadi latar bisu perjuangannya menuntaskan tesisnya.

“Setiap hari saya mendengar rudal atau ledakan dari kejauhan. Kadang dari timur Teheran, kadang dari barat, kadang dari utara,” ujar Laini, suara tenang namun tegas, seakan menegaskan bahwa rasa takut tidak menghentikannya untuk belajar.

Hal itu disampaikan Laini Misrah saat wawancara eksklusif bersama Tribunnews melalui zoom, Senin (9/3/2026) malam. 

Sejak akhir Februari, Teheran bergolak. Ledakan yang menimpa depot minyak membuat langit kelam, dan warga terpaksa menunduk di bawah bangunan saat sirine meraung.

Namun di balik ketegangan itu, kehidupan kota tetap berjalan. Supermarket buka, toko-toko melayani pelanggan, jalanan ramai meski dengan kewaspadaan tinggi.

Transportasi umum berjalan terbatas, dan internet internasional untuk berkomunikasi dengan dunia luar kadang putus-nyambung. 

“Di Teheran sendiri aktivitas masih berjalan seperti biasanya. kita masih bisa membeli kebutuhan sehari-hari. Hanya saja harga-harga meningkat tajam,” kata Laini.

“Kadang beberapa menit bisa hidup, lalu terputus lagi. Kita menggunakan VPN, dan sekarang kebetulan VPN saya bisa hidup, tapi beberapa menit kemudian bisa terputus sendiri.”

Di sela-sela sirine dan ledakan, Laini menjaga komunikasi dengan keluarga di Indonesia, memastikan orang tua dan kerabat tidak khawatir.

“Saya telah mengabarkan kepada keluarga bahwa saat ini saya bersama teman-teman di Iran baik-baik saja. Tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Keputusan Laini untuk tetap tinggal bukanlah hal mudah. Banyak WNI, termasuk mahasiswa, memilih meninggalkan Teheran. Tapi bagi Laini, pendidikan adalah prioritas. Tesisnya belum rampung, dan menunda mimpi akademik bukanlah pilihan.

“Saat ini saya di semester terakhir, sedang menyelesaikan tesis, dan Insya Allah sekitar empat bulan lagi semuanya selesai,” kata Laini.

Bagaimana seorang mahasiswi Indonesia bisa tetap fokus pada tesisnya, di tengah Teheran yang bergolak?

Apa yang ia rasakan ketika setiap malam terdengar dentuman rudal?

Bagaimana rasanya menenun mimpi akademik di antara ancaman nyata?

Semua jawaban itu terurai dalam kisah Laini Misrah dalam wawancara eksklusif hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.