Jelang Mudik Lebaran, Relawan Ambulans Solo Perkuat Ilmu Siaga Kebidanan
Tiara Shelavie March 10, 2026 06:33 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan menimbulkan lonjakan mobilitas masyarakat tiap tahunnya, kesiapan posko keselamatan di wilayah Solo Raya pun terus ditingkatkan.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penguatan kapasitas keilmuan bagi para pengemudi ambulans Puskesmas dan relawan se-Surakarta melalui pelatihan Kegawatdaruratan dan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Mangesti Rahayu pada Sabtu, 14 Februari 2026, sebagai upaya memastikan respon medis yang cepat dan tepat di jalur mudik.

Dalam sesi pelatihan tersebut, dr. Heryuristianto, Sp.OG, spesialis kebidanan dari RS Mangesti Rahayu ikut memberikan atensi khusus pada kasus-kasus kebidanan yang sering kali terlupakan di tengah dominasi kasus kecelakaan lalu lintas. 

Menurutnya, relawan ambulans memiliki peran vital sebagai fast response non-medis yang menjamin keselamatan dua nyawa sekaligus, yakni ibu dan janin, sebelum sampai di fasilitas kesehatan.

"Kondisi pasien sampai ke rumah sakit itu kecepatan, ketepatan, dan keselamatannya tergantung dari panjenengan (para hadirin) semua," ujar Heryuristianto menyapa para relawan ambulans yang datang dari berbagai penjuru Wilayah Karesidenan Surakarta.

Heryuristianto menekankan bahwa  risiko kegawatdaruratan ibu hamil seperti pendarahan hebat, kejang akibat tensi tinggi (eklamsia), hingga persalinan darurat di jalan raya bisa saja terjadi, tak terkecuali pada periode mudik.

"Kalau kejang, aliran darah ke otak berhenti. Ini bisa menimbulkan efek samping permanen jika tidak ditangani cepat," tambahnya.

Oleh karena itu, para pengemudi ambulans dituntut untuk menguasai prinsip dasar keselamatan ABC (Airway, Breathing, Circulation). 

Prinsip ABC tersebut mencakup aspek saluran napas (Airway), pernapasan (Breathing), dan sirkulasi darah (Circulation). 

Di pelatihan tersebut, sosok yang akrab disapa dr. Heryu ini juga menekankan bahwa ketenangan driver atau kru ambulans menjadi kunci utama, terutama saat menghadapi kepanikan akibat nyeri hebat yang dialami pasien.

Baca juga: 3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Ruas Tol, Puncak Arus Mudik 18 Maret

"Prinsipnya: Cepat, Aman, dan Tidak Panik. Kalau panik, semua yang sudah diajarkan akan hilang." sambung Heryuristianto.

Salah satu teknik krusial yang diajarkan dalam pelatihan ini adalah posisi transportasi pasien.

Heryuristianto menjelaskan bahwa ibu hamil yang mengalami kondisi darurat sangat disarankan untuk diposisikan miring ke kiri. 

CEK KONDISI KENDARAAN - Mudik Lebaran dengan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil pribadi serta muatan penuh menuntut kondisi mobil harus benar-benar prima sebelum digunakan. Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI MUDIK LEBARAN - Mudik Lebaran dengan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil pribadi serta muatan penuh menuntut kondisi mobil harus benar-benar prima sebelum digunakan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews.com/Irwan Rismawan)

Secara medis, posisi ini bertujuan agar rahim yang berat tidak menekan pembuluh darah besar (Aorta) yang terletak di sisi kanan tulang belakang.

Jika ibu hamil besar terlentang, rahim akan menekan pembuluh darah tersebut.

Apabila pembuluh darah tertekan, aliran darah ke jantung bisa terhambat, yang mengakibatkan tensi turun drastis dan berisiko membuat ibu pingsan atau memperparah pendarahan.

"Jika terlentang akibatnya aliran darah ke jantung berkurang, tensi turun, dan ibunya bisa pingsan atau tambah pendarahan. Paling aman miring kiri agar pembuluh darah tidak tertekan," jelas mantan dokter RSUD Karanganyar tersebut.

Selain penanganan ibu hamil, Heryu mengingatkan agar setiap unit ambulans yang bertugas selalu memastikan kesiapan oksigen, cairan infus, serta partus set sederhana untuk mengantisipasi jika proses persalinan terjadi di dalam armada.

Baca juga: Sudah Pola Hidup Sehat Tapi Tetap Terkena Kanker? Dokter Beberkan Penyebabnya

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadikan para relawan sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara lokasi penjemputan dan rumah sakit rujukan.

Dengan laporan yang akurat mengenai kondisi pasien selama di perjalanan, tim medis di rumah sakit tujuan dapat melakukan persiapan tindakan penyelamatan segera begitu ambulans tiba.

Sinergi antara kecepatan di jalan raya dan ketepatan penanganan awal inilah yang diharapkan mampu menekan angka fatalitas ibu dan anak selama periode mudik Lebaran 2026 nanti.

MUDIK GRATIS 2026 – Ilustrasi penumpang bus Damri dalam program mudik gratis. Pemprov DKI Jakarta membuka pendaftaran mudik gratis 2026 dengan cara daftar, kuota, jadwal, dan kota tujuan lengkap bagi warga yang ingin pulang kampung sebelum Lebaran.
MUDIK GRATIS 2026 – Ilustrasi penumpang bus Damri dalam program mudik gratis. Pemprov DKI Jakarta membuka pendaftaran mudik gratis 2026 dengan cara daftar, kuota, jadwal, dan kota tujuan lengkap bagi warga yang ingin pulang kampung sebelum Lebaran. (Dok. Damri)

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.