TRIBUNNEWS.COM - Hadiah ganda campuran lintas negara, Hee Yong Kai Terry/Gloria Widjaja (Singapura/Indonesia) setelah All England 2026 dapat peningkatan signifikan ranking BWF, Selasa (10/3/2026).
Pasangan yang baru melakoni debut tahun 2026 ini berhasil menembus top 100 ranking dunia sektor ganda campuran usai keduanya debut dalam turnamen badminton tertua di dunia tersebut.
Hasil pilu yang dibukukan Terry/Gloria di All England 2026 tetap membawa keuntungan bagi keduanya karena mempengaruhi ranking dunianya.
Tambahan poin BWF dari turnamen level super 1000 cukup menguntungkan untuk pasangan baru tersebut dengan berhasil merangsek ke 100 besar dunia.
Untuk informasi, pasangan baru asal Singapura dan Indonesia tersebut di All England 2026 tak mampu mencapai babak 16 besar.
Keduanya tersisih di 32 besar setelah terlibat duel alot dengan jagoan China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, hingga tiga gim.
Kekalahan mereka dalam babak pertama turnamen super 1000 memaksa keduanya harus angkat koper lebih cepat dari All England 2026.
Meski demikian, Terry/Gloria tetap ketiban untung berkat All England 2026 karena ranking dunia keduanya melejit.
Raihan 3000 poin dari All England 2026 faktanya menguntungkan untuk Terry/Gloria yang merupakan pasangan dadakan tersebut.
Duel anyar itu untuk kali pertama berhasil merangsek ke top 100 ranking dunia setelah merampungkan gelaran All England 2026.
Tercatat sejak debut tahun ini mulai dari Indonesia Masters, Thailand Masters, German Open, dan All England, mereka selalu dapat suntikan poin.
Lonjakan hingga 28 anak tangga dari peringkat sebelumnya di posisi 123 dunia, kini bertengger di 95 dunia.
Baca juga: Ranking BWF Resmi: Tiwi/Fadia Naik 12 Tangga, Peringkat Terry/Gloria Meroket
Sebagaimana diketahui alasan keduanya dipasangkan karena kehilangan partner akibat cedera yang dialami oleh Rehan Naufal dan Jessica Tan.
Keputusan untuk menyatukan mereka didorong oleh pelatih kepala ganda tim nasional Singapura, Paulus Firman, yang menilai adanya kecocokan gaya bermain di antara keduanya.
Gloria dipilih karena memiliki segudang pengalaman di level dunia, yang diharapkan mampu menyeimbangkan permainan Terry di lapangan.
Kendala komunikasi berhasil diatasi dengan baik karena Terry memiliki latar belakang keluarga dari Malaysia serta riwayat dilatih oleh pelatih asal Indonesia.
Kolaborasi unik ini kemudian berlanjut di berbagai ajang BWF World Tour ditujukan sebagai langkah strategis untuk tetap menjaga ritme kompetisi selama masa pemulihan rekan mereka masing-masing.
(Tribunnews.com/Niken)