Unisa Yogyakarta Tengah Bangun Laboratorium Stem Cell, Target Juli Dapat Beroperasi
Joko Widiyarso March 10, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta tengah mempersiapkan laboratorium stem cell. 

Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pengembangan regenerative medicine atau pengobatan regeneratif yang disebut sebagai salah satu masa depan dunia medis.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta, Ali Imron mengatakan stem cell merupakan bagian penting dari perkembangan future medicine

Pendekatan ini berfokus pada upaya memperbaiki atau mengganti sel-sel tubuh yang rusak dengan sel baru sebagai metode terapi.

"Future medicine salah satunya adalah regenerative medicine. Artinya, kalau kita tidak menuju ke sana, kita akan ketinggalan," katanya, Senin (9/3/2026).

Latar belakang itu yang mendasari Unisa Yogyakarta membangun laboratorium stem cell.

Saat ini, proses pembangunan gedung laboratorium masih berlangsung dan ditargetkan mulai beroperasi sekitar Juli 2026.

"Sekarang gedungnya sedang dibangun, dan InsyaAllah sekitar Juli kita bisa running untuk  pembukaan laboratorium stem cell di Unisa Yogyakarta," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan laboratorium ini akan menjadi lompatan penting bagi Unisa Yogyakarta dalam pengembangan ilmu kedokteran dan sains kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pengobatan regeneratif.

Penelitian dan pengembangan

Sesuai regulasi di Indonesia, penggunaan terapi berbasis stem cell harus didukung oleh proses penelitian dan pengembangan di laboratorium.

Karena itu, laboratorium yang akan dibangun di Unisa difungsikan sebagai fasilitas penelitian sebelum terapi dilakukan pada pasien.

Laboratorium tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai program studi di bidang kesehatan di lingkungan Unisa Yogyakarta, serta mendukung pengembangan riset ilmiah yang berkaitan dengan bioteknologi dan ilmu kesehatan lainnya.

"Jumlah laboratorium stem cell di Indonesia masih sangat terbatas, sekitar 8 fasilitas di seluruh Indonesia. Sehingga ini menjadi fasilitas pendukung penelitian," terangnya.

Imron berharap nantinya laboratorium stem cell Unisa Yogyakarta dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan yang selama ini masih mahal karena bergantung pada produk impor.

“Semakin banyak laboratorium dibangun, aksesibilitas masyarakat akan semakin tinggi, dan harga bisa ditekan sehingga lebih banyak orang bisa menikmati manfaatnya. Prinsip kita di Unisa Yogyakarta, teknologi kesehatan tidak boleh hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja," imbuhnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.