SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya menindaklanjuti edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta Kepala Daerah tetap siaga di wilayah masing-masing.
Hal ini untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan telah menyusun sistem kerja selama Ramadan hingga pasca-Lebaran.
Menurutnya, Pemkot Surabaya akan menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) hingga piket bagi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Langkah ini dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan selama masa libur.
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa sistem piket sebenarnya sudah lama diterapkan di lingkungan Pemkot Surabaya setiap menjelang hari besar keagamaan.
“Seperti biasa di pemerintah kota itu ada giliran piket sebelum Lebaran dan setelah Lebaran."
"Jadi kepala OPD dan jajaran juga ada piket yang memang dari dulu sampai hari ini kita jalankan,” kata Eri Cahyadi kepada SURYMALANG.COM, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Eri Cahyadi Serahkan Santunan Rp 272 Juta ke Pekerja Gondola yang Meninggal saat Puting Beliung
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan serta menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama libur panjang Idul Fitri.
"Sehingga pemerintah juga bisa tetap berjalan dengan baik dan menjaga keamanan," ujarnya.
Selain sistem piket, Pemkot Surabaya juga akan menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) bagi sebagian ASN.
Namun, pengaturannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di masing-masing instansi.
Mantan ASN Pemkot Surabaya ini menyebut pihaknya akan melakukan pendataan terhadap pegawai yang menjalankan WFA dan pegawai yang harus tetap bertugas langsung di lapangan.
"Teman-teman nanti akan kita data, siapa yang work from anywhere, siapa yang memang harus ada piket. Jadi tetap ada yang on call,” jelas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini.
Meski sebagian pegawai dapat bekerja secara fleksibel, Eri menegaskan ada sejumlah dinas yang tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
Misalnya Dinas Kesehatan melalui petugas di Puskesmas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga beberapa dinas lainnya.
Wali Kota Eri juga memastikan akan memantau pelayanan secara berkala.
"Yang pasti Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran, Satpol PP, itu tidak boleh berhenti pelayanannya. Jadi kita tetap melakukan rotasi,” tegas Wali Kota Surabaya dua periode ini.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan seluruh kepala daerah harus tetap siaga di wilayah masing-masing guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut sejalan dengan diterbitkannya Surat Edaran Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 tentang penundaan perjalanan ke luar negeri selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Baca juga: 8 Medsos yang Dilarang bagi Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret Termasuk TikTok, Aturan Komdigi
“Di saat puncak kegiatan masyarakat, masyarakat berlibur, kita jangan berlibur."
"Kita justru puncak kegiatan membuat yakin masyarakat bisa melaksanakan rangkaian hari raya, dengan arus mudik, arus balik, dengan harga-harga yang terkendali, tempat wisata yang dijaga baik, dikelola baik,” ujar Tito.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Kesiapan Pemerintah Daerah pada Perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 yang digelar secara hybrid dari Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).
Lebih lanjut, Tito juga menyampaikan pemerintah memberikan fleksibilitas kebijakan Working From Anywhere (WFA) untuk mengurangi kepadatan arus mudik dan arus balik.
Kebijakan tersebut dapat diterapkan pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 sesuai pengaturan masing-masing kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.
“Itu harus diatur oleh kepala daerah masing-masing, kementerian/lembaga masing-masing. Artinya akan ada waktu yang panjang dari tanggal 16 sampai 27 Maret."
"Saya enggak mengatakan libur sebetulnya, tapi Working From Anywhere,” tandas Mendagri.