Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat untuk memperbaiki kerusakan jalan di Negeri Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Desakan tersebut muncul setelah gelombang laut yang semakin besar merusak badan jalan di pesisir pantai hingga menyebabkan akses transportasi utama warga terancam lumpuh.
Salah satu kader AMGPM, Izak Thomas Mantulameten, mengatakan kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Talud penahan ombak yang sebelumnya melindungi badan jalan telah ambruk, sehingga abrasi terus menggerus jalan provinsi tersebut.
“Jika tidak segera ditangani, kerusakan akan semakin parah dan bisa membuat akses jalan benar-benar lumpuh,” kata Izak kepada TribunAmbon.com, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Harga Cuma Rp. 5 Ribu, Kelapa Muda di Masohi Laris Manis Saat Ramadan
Baca juga: Kejari Malteng Teliti Pengajuan Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos 2023
Ia menjelaskan, saat ini kendaraan roda empat sudah tidak dapat melintasi ruas jalan tersebut. Sementara pengendara roda dua yang masih mencoba melintas harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang rusak dan tergerus ombak.
“Mobil sudah tidak bisa lewat. Pengendara motor juga was-was saat melintas karena kondisi jalan sangat berbahaya,” ujarnya.
Izak mengatakan gelombang mulai membesar sekitar pukul 16.00 WIT dan terus menghantam pesisir hingga merusak badan jalan.
“Sekitar pukul 16.00 WIT kondisi ombak semakin besar dan mengakibatkan akses jalan provinsi di Negeri Hatu putus,” katanya.
Hingga pukul 18.20 WIT, ombak masih tinggi sehingga kondisi di lokasi belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan, khususnya roda empat.
Akibat kerusakan tersebut, kendaraan tidak lagi dapat melewati jalur utama yang selama ini menjadi penghubung sejumlah desa di wilayah Leihitu Barat.(*)