Pelindo Minta Maaf Buntut Fender Jembatan Mahakam Disenggol, SDM Salah Ditindak Tegas
Budi Susilo March 10, 2026 08:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pihak Pelindo Regional 4 akhirnya angkat bicara terkait insiden berulang kapal menyenggol fender Jembatan Mahakam Samarinda yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) lalu. 

General Manager (GM) Pelindo Regional 4, Suparman, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinan mendalam atas kejadian yang meresahkan warga Kota Tepian tersebut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait di Gedung E Lantai 1, Komplek DPRD Kaltim, Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (10/3/2026).

Suparman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap melakukan pembenahan internal secara besar-besaran.

Dalam penjelasannya, Suparman merincikan bahwa saat kejadian, proses pemanduan kapal sebenarnya telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Baca juga: Layanan Pengolongan Kapal Sungai Mahakam Samarinda Kini 24 Jam, Pelindo Tambah Personel dan Armada

Kapal yang melintas telah didampingi oleh assist tug yang terikat di bagian buritan kapal.

Selain itu, kapal escort juga dalam posisi siaga (standby) di sekitar tiang pancang fender yang saat ini tengah dalam proses pembangunan. 

Namun, meski prosedur diklaim telah berjalan, insiden hantaman tetap tidak terhindarkan.

“Kami turut prihatin dan meminta maaf atas kejadian ini. Investigasi menyeluruh sedang kami lakukan,” ungkap Suparman.

Pelindo mengakui adanya berbagai entitas di internal yang terlibat dalam mata rantai operasional. 

Baca juga: Penyebab Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu dan Dapur Warga, Ini Penjelasan Pelindo

Suparman pun memberikan sinyal keras bahwa pihak manajemen akan bertindak tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang lalai dalam bertugas.

Ia menegaskan bahwa kejadian yang mengancam aset vital daerah seperti Jembatan Mahakam adalah sesuatu yang sangat serius.

Evaluasi bersama kepolisian juga disampaikan, bahwa manajemen membuka diri terhadap masukan dari pihak kepolisian untuk perbaikan sistem ke depan.

Investigasi menyeluruh bakal dilakukan, Pelindo tengah mengumpulkan data internal untuk mencari titik lemah operasional.

"Jika pihak kepolisian menemukan celah, kami juga siap memperbaiki serta untuk tambahan evaliasi kami,” tegasnya.

Ancaman sanksi SDM, jika ditemukan faktor kesalahan manusia (human error), Pelindo memastikan akan memberikan tindakan tegas.

“Ada entitas-entitas yang ada di internal kami, kejadian-kejadian ini tidak bisa ditolerir lagi. Kalau SDM-nya salah, akan ditindak tegas,” tandas Suparman. (*)



 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.