- Iran bersumpah akan melanjutkan serangan, khususnya memakai rudal ampuhnya untuk menggempur Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Juga menegaskan bahwa pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump tak ada dalam agenda.
Mengutip Tribunnews pada (10/3), hal ini diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dalam pernyataannya.
Abbas Araghchi mengatakan bahwa berbicara dengan Amerika Serikat kemungkinan tidak lagi menjadi agenda Teheran.
Lantaran, Iran memiliki pengalaman yang sangat pahit selama negosiasi sebelumnya dengan Washington.
“Saya rasa berbicara dengan Amerika tidak akan ada dalam agenda kami lagi,” kata Abbas Araghchi kepada PBS News, seraya mengatakan Teheran memiliki “pengalaman yang sangat pahit” selama negosiasi sebelumnya dengan AS.
Lebih dari itu, Araghchi juga menegaskan bahwa Iran siap dan telah siaga untuk terus menyerang dengan rudal ampuhnya selama diperlukan.
“Kami siap, kami telah siap untuk terus menyerang mereka dengan rudal kami selama diperlukan dan selama dibutuhkan,” katanya.
Menekankan bahwa Iran telah siap secara militer untuk terus menggempur musuh dengan rudal sebagai bentuk balasan atas serangan yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv.
Perlu diketahui, saat ini lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz yang biasanya dilalui hampir 20 persen minyak mentah dunia, telah terganggu parah.
Lantaran, pasukan Iran telah berulang kali menargetkan kapal tanker minyak yang melewati jalur air strategis tersebut sejak perang dimulai.