Catat! Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jembatan Kutablang untuk Cegah Kemacetan Saat Lebaran
Saifullah March 10, 2026 10:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Polres Bireuen melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) melakukan rekayasa lalu lintas di Jembatan Kutablang. 

Langkah ini diambil untuk mencegah antrian panjang dan kemacetan yang biasanya terjadi saat volume kendaraan meningkat tajam menjelang hari raya.

Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Aditya menjelaskan, bahwa mulai Jumat, 13 Maret 2026, arus kendaraan akan dibagi melalui dua jalur alternatif yakni, Jembatan Bailey Kutablang dan Jembatan Bailey Awe Geutah.

Alur rekayasa lalu lintas adalah sebagai berikut:

  • Arah Banda Aceh → Medan: Kendaraan diarahkan melalui Jembatan Bailey Kutablang dengan sistem satu arah (one way). Batas tonase maksimal 30 ton dan tinggi kendaraan maksimal 4 meter.
  • Arah Medan → Banda Aceh: Kendaraan dialihkan ke Jembatan Bailey Awe Geutah dengan sistem satu arah (one way). Batas tonase maksimal 10 ton.
  • Kendaraan khusus seperti truk sumbu tiga, ambulans, mobil pemadam kebakaran, pengangkut BBM, sembako, serta iring-iringan jenazah dari arah Medan tetap diperbolehkan melewati Jembatan Kutablang dengan sistem buka-tutup sesuai kondisi di lapangan.

Baca juga: Jembatan Kutablang Sering Buka Tutup, Ini Penyebabnya

AKP Aditya menegaskan, pengendara wajib mematuhi arahan petugas, tidak saling mendahului, dan tetap berada di jalurnya masing-masing demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas).

Kondisi Jembatan Kutablang

Menurut Fachruddin, Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, rekayasa ini juga bertujuan menjaga keawetan Jembatan Bailey Kutablang.

Jembatan tersebut saat ini dalam kondisi darurat dan hampir setiap hari harus diperbaiki karena lantainya rusak dilintasi truk bertonase lebih dari 30 ton.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas, beban jembatan berkurang sehingga umur pakai bisa lebih panjang sampai jembatan permanen selesai dibangun. 

Selain itu, pengendara tidak lagi harus menghadapi antrean panjang, sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman.

Satlantas Polres Bireuen mengimbau masyarakat untuk mendukung rekayasa ini dengan disiplin berlalu lintas.

Baca juga: Hindari Timbangan, Lima Truk CPO Nekat Terobos Barikade Jembatan Kutablang

Langkah ini bukan hanya untuk kelancaran arus mudik, tetapi juga demi keselamatan bersama.

Pemerintah berharap sistem ini dapat menjadi solusi sementara yang efektif hingga jembatan baru selesai dibangun.

Rekayasa lalu lintas di Jembatan Kutablang dan Awe Geutah adalah upaya strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang Idul Fitri.

Dengan pembagian jalur, sistem satu arah, serta pengaturan khusus bagi kendaraan vital tersebut, diharapkan arus mudik di Kabupaten Bireuen berjalan lancar, aman, dan nyaman.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.