Pemerintahan Prabowo Mulai Beri Sinyal Masyarakat: Situasi Semakin Berat Imbas Perang Timur Tengah
Hadiyya QurrataAyyuun March 10, 2026 08:42 PM

- Pemerintahan Prabowo Subianto disebut telah mulai memberikan sinyal-sinyal kepada masyarakat.

Terkhusus, bahwa situasi Indonesia akan semakin berat ke depannya karena turut terimbas perang Timur Tengah.

Mengutip Tribunnews pada (10/3), hal ini diutarakan oleh Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Manap Pulungan.

Dia menilai pernyataan pemerintah menunjukkan bahwa situasi ekonomi global yang dipicu konflik semakin memburuk.

Juga, pemerintah disebutnya mulai kewalahan mengurangi dampaknya terhadap ekonomi nasional.

"Saya pikir berarti kalau seperti itu berarti pemerintah sudah memang melihat situasinya semakin memburuk ya. Ekonomi global yang perang ini memang pada akhirnya terkonfirmasi pemerintah sudah kewalahan untuk mengurangi dampak gejolak global terhadap ekonomi nasional," kata Pulungan kepada Tribunnews, Selasa (10/3/2026).

Pulungan juga menjelaskan bahwa bahkan sebelum gejolak tersebut muncul, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah cukup berat dengan laju sekitar 5 persen, ditambah inflasi yang tinggi, terutama pada bahan makanan.

Dengan adanya konflik Timur Tengah ini, semakin memperburuk perkembangan kondisi ekonomi tanah air.

"Karena gini, sebelum gejolak itu pun muncul, ekonomi kita memang sudah agak berat perkembangannya ya. Pertumbuhan kita itu hanya bergerak di 5 persen. Ditambah lagi dengan inflasi yang sangat besar gitu, sangat tinggi, terutama dari inflasi bahan makanan," kata dia.

Sehingga menurutnya, pemerintah kemungkinan mulai memberi sinyal kepada masyarakat bahwa kondisi ekonomi ke depan akan semakin berat.

"Jadi mungkin pemerintah sudah mulai ngasih sinyal-sinyal kepada masyarakat bahwa situasinya akan semakin berat nih ke depannya," ucap Pulungan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.