TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT- Kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Sulut dipastikan segera bergulir.
Ada 24 klub yang akan berjibaku menjadi yang terbaik, agar bisa naik kasta.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengatakan turnamen ini dijadwalkan berlangsung 29 Maret hingga 12 April 2026.
Baca juga: Liga 4 Piala Gubernur Sulut Bergulir, Pengamat Olahraga Ingatkan Pemerintah Jamin Masa Depan Atlet
Salah satu yang menarik, seluruh biaya administrasi bagi tim peserta digratiskan dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Terkait itu, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Unima Mesak Rambitan angkat bicara.
Mesak mengatakan turnamen ini juga diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet serta sarana mencari talenta terbaik yang dapat membawa nama Sulawesi Utara di tingkat nasional.
Bergulirnya kompetisi ini merupakan langkah positif dalam membangkitkan kembali gairah sepak bola daerah.
"Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kompetisi tersebut dinilai mampu membuka ruang bagi pemain muda untuk berkembang," tutur Mesak saat dikonfirmasi via whatsapp, Selasa (10/3/2026).
Namun menurutnya pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga memperhatikan masa depan para atlet.
Pasalnya, siapapun atlit, mereka memerlukan keuangan yang kuat, buat diri sendiri, keluarga, keperluan olahraga lainnya.
"Urgen secara singkat saya ingin sampaikan atlet-atlet harus di jamin masa depan mereka itu sudah rumus," jelasnya.
Karena siapapun atlit, mereka memerlukan keuangan yang kuat, buat diri sendiri, keluarga, keperluan olahraga lainnya.
Sebutnya, banyak atlet berbakat yang muncul dari kompetisi daerah, tetapi tidak mendapatkan pembinaan berkelanjutan maupun jaminan masa depan yang jelas.
“Kompetisi seperti Liga 4 ini sangat baik, tetapi pemerintah juga harus memastikan adanya pembinaan atlet secara berkelanjutan," ujarnya.
Atlet yang berprestasi perlu mendapatkan perhatian, baik dari segi pendidikan, pelatihan maupun masa depan mereka.
"Bahkan bila perlu pemerintah bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk membangun sepak bola dimulai dari liga 4 ini," ungkapnya.
Dia menambahkan jaminan terhadap atlet sebenarnya telah diatur dalam berbagai regulasi yang menekankan pentingnya perlindungan dan pengembangan atlet.
"Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan olahraga sejak usia dini, termasuk menyediakan fasilitas latihan yang memadai, program pembinaan yang terstruktur, serta dukungan bagi atlet muda," pungkasnya.
Salah satu yang menarik, seluruh biaya administrasi bagi tim peserta digratiskan dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengatakan turnamen ini dijadwalkan berlangsung 29 Maret hingga 12 April 2026.
"Gratis dan semua warga bisa nonton semuanya dengan gratis ya," jelasnya
Sebanyak 24 klub akan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta akan dibagi dalam empat grup, dengan masing-masing grup diisi enam tim.
Dengan sistem tersebut, total pertandingan yang akan digelar selama turnamen mencapai 64 pertandingan.
Adapun laga-laga turnamen ini rencananya digelar di empat stadion di Sulawesi Utara, yakni Stadion Klabat Manado, Stadion AURI Minahasa Utara, Stadion Maesa Tondano, serta Stadion Kodam XIII/Merdeka.
YSK berharap turnamen ini dapat menjadi momentum kebangkitan sepak bola di Sulawesi Utara.
“Kami berharap ini akan sukses karena akan diikuti oleh 24 peserta. Sulawesi Utara akan bangkit persepakbolaannya,” kata YSK.
Ia juga berharap dari turnamen tersebut akan lahir klub-klub yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kita berharap dari hasil turnamen ini akan menghasilkan persepakbolaan Sulut yang lebih profesional dan membawa Sulut di kancah nasional,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan diharapkan ada dua hingga tiga klub dari Sulawesi Utara yang dapat tampil di kompetisi tingkat nasional.
“Kita berharap juga ada dua sampai tiga klub yang bisa mewakili Sulut di tingkat nasional serta mencetak atlet berprestasi, profesional, dan tidak mudah terpancing emosi, sehingga di tingkat nasional kita bisa menjadi juara,” pungkasnya. (Ren/Fer)