Kondisi Pelabuhan Ketapang H-10 Lebaran 2026, Masih Didominasi Logistik
Haorrahman March 10, 2026 09:53 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Memasuki H-10 Idulfitri 1447 H, aktivitas penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih relatif landai. Hingga Selasa (10/3/2026) sore, belum terlihat adanya lonjakan, baik untuk volume kendaraan pribadi maupun penumpang di kedua arah.

Pantauan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, area parkir pelabuhan masih didominasi oleh kendaraan logistik atau truk angkutan barang. Pemandangan serupa juga terlihat pada arus kendaraan yang keluar dari kapal, di mana mayoritas merupakan kendaraan besar dengan sebagian kecil kendaraan roda dua dan mobil pribadi.

Baca juga: Jadwal Penutupan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Saat Nyepi 2026, Ini Rinciannya

Masih Normal

Data dari ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat rata-rata harian pada periode 7-9 Maret menunjukkan pergerakan yang masih dalam batas normal:

  • Jawa ke Bali: Rata-rata 4.677 kendaraan dan 15.779 penumpang per hari.
  • Bali ke Jawa: Rata-rata 6.401 kendaraan dan 19.503 penumpang per hari.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan situasi operasional saat ini masih sangat terkendali. "Arus kendaraan yang masuk masih mengalir dengan lancar dan rata-rata masih dalam kondisi normal," jelasnya, Selasa (10/3/2026).

Pihak ASDP memprediksi arus mudik akan mulai memadat pada periode 14 hingga 17 Maret mendatang. Hal ini dipicu oleh pola pergerakan masyarakat yang ingin mendahului puncak mudik.

Baca juga: Arus Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Lebaran 2026 Diprediksi Naik 10 Persen

Namun, terdapat catatan penting bagi para pelaku perjalanan tahun ini. Pelabuhan Ketapang dijadwalkan akan ditutup sementara pada 18-20 Maret 2026 saat Hari Raya Nyepi di Bali.

"Kemungkinan peningkatan kendaraan akan terjadi sekitar tanggal 14 Maret, baik dari arah Jawa menuju Bali maupun sebaliknya," tambah Arief.

Mengantisipasi potensi kemacetan ekstrem saat lonjakan terjadi, ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya:

  • Penyediaan Buffer Zone: Pemanfaatan area parkir cadangan di kawasan Watu Dodol dan Bulusan untuk memecah penumpukan di pelabuhan.
  • Koordinasi Lintas Sektoral: Kerja sama dengan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas di jalan raya serta penyediaan lokasi cadangan jika antrean melebihi kapasitas pelabuhan.
  • Optimalisasi Armada: Menyiagakan total 55 unit kapal yang siap dioperasikan melalui koordinasi dengan BPTD dan KSOP.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.