TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Memasuki H-10 Idulfitri 1447 H, aktivitas penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih relatif landai. Hingga Selasa (10/3/2026) sore, belum terlihat adanya lonjakan, baik untuk volume kendaraan pribadi maupun penumpang di kedua arah.
Pantauan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, area parkir pelabuhan masih didominasi oleh kendaraan logistik atau truk angkutan barang. Pemandangan serupa juga terlihat pada arus kendaraan yang keluar dari kapal, di mana mayoritas merupakan kendaraan besar dengan sebagian kecil kendaraan roda dua dan mobil pribadi.
Baca juga: Jadwal Penutupan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Saat Nyepi 2026, Ini Rinciannya
Data dari ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat rata-rata harian pada periode 7-9 Maret menunjukkan pergerakan yang masih dalam batas normal:
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan situasi operasional saat ini masih sangat terkendali. "Arus kendaraan yang masuk masih mengalir dengan lancar dan rata-rata masih dalam kondisi normal," jelasnya, Selasa (10/3/2026).
Pihak ASDP memprediksi arus mudik akan mulai memadat pada periode 14 hingga 17 Maret mendatang. Hal ini dipicu oleh pola pergerakan masyarakat yang ingin mendahului puncak mudik.
Baca juga: Arus Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Lebaran 2026 Diprediksi Naik 10 Persen
Namun, terdapat catatan penting bagi para pelaku perjalanan tahun ini. Pelabuhan Ketapang dijadwalkan akan ditutup sementara pada 18-20 Maret 2026 saat Hari Raya Nyepi di Bali.
"Kemungkinan peningkatan kendaraan akan terjadi sekitar tanggal 14 Maret, baik dari arah Jawa menuju Bali maupun sebaliknya," tambah Arief.
Mengantisipasi potensi kemacetan ekstrem saat lonjakan terjadi, ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya: