TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk menata drainase di wilayah perkotaan.
Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik serta mengatasi persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga, khususnya di sekitar Perumahan Deppen, Seturan, Caturtunggal, Depok.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman akan melakukan revitalisasi Saluran Gendong Selokan Mataram di kawasan Seturan.
"Revitalisasi ini bertujuan untuk mengurangi genangan air yang berada di Perumahan Deppen di Seturan," ujar Ketua Tim Kerja Prasarana dan Sarana Dasar Permukiman Cipta Karya DPUPKP Sleman, Ignatius Sumarwoto, Selasa (10/3/2026).
Ignatius menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas drainase menjadi penyebab utama banjir di pemukiman tersebut sejak tahun 2018. Untuk mengatasinya, aliran air hujan akan dialirkan melalui Saluran Gendong Selokan Mataram.
Adapun dalam pelaksanaannya, DPUPKP akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
"Aliran air nantinya tidak dibuang ke Selokan Mataram, melainkan menuju sungai melalui sistem sifon di bawah saluran Selokan Mataram," jelasnya.
Berdasarkan evaluasi teknis, kondisi Saluran Gendong yang ada saat ini memiliki lantai dasar yang tidak rata atau belum level.
Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) yang mencakup perbaikan saluran sepanjang 650 meter, pembangunan drainase dan gorong-gorong baru sepanjang 100 meter, serta pembuatan crossing drainase di Jalan Seturan Raya untuk memotong limpasan air ke arah barat.
Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan Mei 2026 dengan masa kontrak selama empat bulan. Pihaknya memproyeksikan seluruh pekerjaan rampung pada September 2026.
"Dengan sistem drainase yang lebih baik, kami berharap tidak ada lagi genangan air di jalan maupun pemukiman, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar," ujar dia.(*)