Cerita WNI dari Iran: Saat Perang Memanas, Warga Justru Tunjukkan Keberanian
Joanita Ary March 11, 2026 12:30 AM

WARTAKOTALIVECOM — Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya mengguncang kawasan Timur Tengah, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi warga negara Indonesia yang sempat berada di sana.

Salah satunya adalah Muhammad Jawad, WNI yang baru saja dievakuasi dari Iran dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/3/2026).

Jawad menuturkan, suasana di sejumlah kota di Iran selama eskalasi konflik justru menunjukkan hal yang tidak biasa.

Alih-alih diliputi kepanikan atau warga bersembunyi di rumah, sebagian masyarakat Iran menurutnya tetap menjalani aktivitas dan bahkan menunjukkan keberanian menghadapi situasi perang.

Ia mengaku sempat terkejut melihat respons warga setempat ketika serangan militer saling dilancarkan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam bayangannya, masyarakat akan memilih berlindung di rumah atau bunker. Namun yang ia saksikan justru berbeda.

“Ketika terjadi perang dan serang-serangan ini, masyarakat Iran tidak takut. Mereka tidak bersembunyi di rumah atau di bunker,” kata Jawad kepada wartawan setibanya di Tanah Air.

Menurutnya, sebagian warga Iran bahkan turun ke ruang publik untuk menunjukkan sikap tegas terhadap tekanan militer yang datang dari luar negeri.

Bagi banyak warga Iran, situasi tersebut dipandang sebagai ujian bagi ketahanan nasional dan solidaritas masyarakat.

Jawad menjelaskan bahwa semangat kolektif masyarakat Iran terlihat dari berbagai aksi spontan di jalanan.

Warga berkumpul, saling memberi dukungan, dan menunjukkan bahwa mereka tidak gentar menghadapi ancaman perang.

Pengalaman itu, kata Jawad, memberikan gambaran tersendiri tentang mentalitas masyarakat Iran dalam menghadapi konflik.

Ia menilai keberanian warga setempat tidak lepas dari kuatnya sentimen nasionalisme dan keyakinan bahwa negara mereka mampu bertahan dari tekanan militer.

Meski demikian, ia mengakui situasi di Iran tetap menegangkan, terutama ketika sirene peringatan berbunyi atau ketika kabar serangan baru beredar di media lokal.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri segera melakukan langkah-langkah evakuasi terhadap WNI yang berada di wilayah terdampak konflik.

Jawad termasuk dalam rombongan WNI yang berhasil dipulangkan ke Indonesia melalui operasi evakuasi tersebut.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, ia mengaku bersyukur dapat kembali dengan selamat setelah merasakan langsung suasana di negara yang tengah berada dalam ketegangan militer.

Pengakuannya menjadi salah satu gambaran mengenai kondisi psikologis masyarakat Iran di tengah konflik yang melibatkan kekuatan militer besar dunia.

Di tengah ancaman serangan dan ketidakpastian situasi keamanan, sebagian warga Iran justru menunjukkan keberanian dan solidaritas yang kuat.

Bagi Jawad, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana masyarakat di negara yang dilanda konflik tetap berupaya menjaga semangat dan keberanian mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.