3 Alasan Mengapa Hanya Sedikit Planet yang Cocok untuk Kehidupan
GH News March 11, 2026 09:10 AM
Jakarta -

Apakah kamu pernah berpikir, mengapa hanya Bumi tampak begitu "beruntung" bagi kehidupan? Penelitian baru dari ETH Zurich mengungkap bahwa jawabannya terletak pada kandungan oksigen saat pembentukan inti planet.

Ketika inti Bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu, jumlah oksigen yang pas membuat unsur penting seperti fosfor dan nitrogen tetap berada di mantel dan kerak sehingga menjadi tempat kehidupan bisa memanfaatkannya.

Dilansir dari laman ETH Zurich, penelitian yang dipimpin oleh Craig Walton, peneliti pascadoktoral di Centre for Origin and Prevalence of Life ETH Zurich, bersama Profesor Maria Schönbächler, menunjukkan adanya keseimbangan oksigen ini adalah bentuk "keberuntungan kimiawi" yang jarang terjadi di alam semesta.

Temuan ini berimplikasi besar bagi pencarian kehidupan di planet lain. Artinya, air saja tidak cukup karena kehidupan memerlukan kombinasi kimia yang sangat spesifik.

Oksigen Menentukan Ketersediaan Unsur Pembentuk Kehidupan

Fosfor dan nitrogen adalah dua elemen kunci bagi kehidupan. Fosfor penting untuk pembentukan DNA, RNA, dan metabolisme energi sel, sementara nitrogen menjadi komponen utama protein. Namun, keduanya hanya dapat tersedia jika oksigen saat pembentukan inti planet berada dalam kadar yang tepat.

"Selama pembentukan inti planet, harus ada jumlah oksigen yang benar-benar tepat agar fosfor dan nitrogen dapat tetap berada di permukaan planet " jelas Walton, penulis utama studi tersebut.

Kelebihan atau kekurangan oksigen saat fase ini bisa menyebabkan kedua unsur itu berpindah ke inti atau hilang ke atmosfer, sehingga tak lagi tersedia bagi perkembangan kehidupan.

Bumi Berada di "Zona Goldilocks" Kimiawi

Melalui berbagai pemodelan, para peneliti menunjukkan bahwa hanya dalam rentang oksigen tingkat menengah yang sangat sempit kedua unsur tersebut bisa bertahan dalam jumlah cukup di mantel. Rentang ini disebut sebagai chemical Goldilocks zone - kondisi yang tidak terlalu reduktif dan tidak terlalu oksidatif.

"Model kami jelas menunjukkan Bumi tepat berada dalam rentang ini. Jika kita memiliki sedikit lebih banyak atau sedikit lebih sedikit oksigen selama pembentukan inti, tidak akan ada cukup fosfor atau nitrogen untuk perkembangan kehidupan," ujar Walton.

Di luar rentang ini, seperti yang terjadi pada planet lain semisal Mars, keseimbangan antara fosfor dan nitrogen menjadi tidak ideal bagi kehidupan sebagaimana kita kenal.

Komposisi Bintang Menentukan Potensi Planetnya

Jumlah oksigen yang tersedia selama pembentukan planet sangat bergantung pada komposisi kimia bintang induk. Karena planet terbentuk dari material yang sama dengan bintangnya, maka bintang menentukan karakter kimia seluruh sistem planet di sekitarnya.

"Hal ini membuat pencarian kehidupan di planet lain menjadi jauh lebih spesifik. Kita harus mencari sistem tata surya dengan bintang yang menyerupai Matahari kita sendiri," kata Walton

Dengan kata lain, Bumi bukan hanya beruntung karena berada di zona layak huni yang memiliki air, tetapi juga karena terbentuk di sistem kimiawi yang sangat tepat untuk munculnya kehidupan.

Hasil studi tulisan ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy dengan judul "The chemical habitability of Earth and rocky planets prescribed by core formation", 9 Februari 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.