Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-22 Ramadhan, Selamat dari Kesusahan Hari Kiamat
Muliadi Gani March 11, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO - Shalat tarawih adalah ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan, terutama di bulan Ramadhan.

Shalat tarawih adalah ibadah sunnah muakkad yang dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan.

Ibadah ini bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. 

Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.

Salah satu kitab yang sering dijadikan rujukan dalam penjelasan tersebut adalah Durratun Nasihin.

Kitab tersebut memuat penjelasan mengenai fadhilah atau keutamaan shalat tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadhan.

Penjelasan ini sering dijadikan sebagai motivasi bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan ibadah selama bulan suci.

Meski demikian, para ulama juga mengingatkan bahwa tidak semua keterangan mengenai keutamaan tersebut bersumber dari hadits dengan derajat yang kuat.

Karena itu, isi penjelasan dalam kitab tersebut lebih tepat dipahami sebagai nasihat atau dorongan spiritual agar umat Islam semakin semangat beribadah.

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa setiap malam Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri bagi orang yang melaksanakan shalat tarawih.

Adapun fadhilah shalat tarawih pada malam ke-22 Ramadhan disebutkan bahwa orang yang melaksanakannya akan memperoleh jaminan keselamatan dari kesusahan dan kebingungan di hari kiamat.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-21 Ramadhan, Allah Bangunkan Rumah dari Cahaya di Surga

Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan keutamaan shalat tarawih pada malam ke-22 Ramadhan.

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ

Artinya: Pada malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.

Ini mengandung makna bahwa orang yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke-22 akan mendapatkan jaminan keselamatan dari berbagai kesulitan dan kecemasan di hari kiamat.

Kesusahan dan kebingungan yang dimaksud mengacu pada huru-hara kiamat, seperti ketakutan yang luar biasa, kebingungan saat menghadapi perhitungan amal, serta penderitaan yang dialami oleh orang-orang yang tidak mendapatkan perlindungan Allah. 

Dengan kata lain, orang yang rutin menunaikan shalat tarawih, khususnya pada malam ke-22, akan mendapatkan ketenangan, perlindungan, dan pertolongan dari Allah di saat manusia lain berada dalam keadaan ketakutan pada hari kiamat.

Makna dan Hikmah dari Keutamaan Ini

Hari kiamat adalah hari yang penuh dengan ketakutan dan penyesalan bagi banyak orang.

Namun, bagi yang melaksanakan shalat tarawih dengan ikhlas, Allah akan memberikan ketenangan dan keselamatan dari kegelisahan pada hari itu.

Fadhilah ini menjadi dorongan agar kita terus menjalankan shalat tarawih hingga akhir Ramadhan.

Jangan sampai semangat ibadah kita menurun saat mendekati penghujung bulan suci.

Allah memberikan banyak kesempatan bagi hamba-Nya untuk meraih keberkahan dan keselamatan di akhirat. 

Shalat tarawih malam ke-22 memiliki keutamaan luar biasa, yaitu dijamin selamat dari kesulitan dan kegelisahan pada hari kiamat.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-20 Ramadhan, Disebut Mendapat Pahala Orang Mati Syahid

Niat Shalat Tarawih

1. Niat shalat tarawih secara sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

2. Niat shalat tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَ

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

3. Niat shalat tarawih sebagai makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Ini menjadi motivasi bagi kita untuk tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah Ramadhan, termasuk shalat tarawih, agar mendapatkan perlindungan dari Allah di hari yang penuh ketakutan itu.

Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapatkan rahmat dan keselamatan di dunia maupun akhirat. Aamiin.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-19 Ramadhan, Allah Janjikan Kenaikan Derajat di Surga

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-12 Ramadhan, Pada Hari Kiamat Wajah Bersinar Seperti Bulan Purnama

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-6 Ramadhan, Mendapat Pahala Seperti Tawaf di Baitul Makmur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.