TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Laga antara PSIM Yogyakarta melawan Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Meski pertandingan ini dipastikan tanpa kehadiran suporter tim tamu sesuai regulasi liga, panitia pelaksana (panpel) tetap menyiapkan langkah mitigasi jika ada suporter Persijap yang nekat datang ke stadion.
Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji, menjelaskan bahwa panpel telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian serta tim penyelamat dari BPBD dan SAR untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.
Jika ada suporter Persijap yang tetap datang, mereka tidak akan dibiarkan berada di area stadion dan akan dievakuasi demi menjaga keamanan pertandingan.
“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Polda untuk menyiapkan tiga armada dari BPBD dan SAR untuk nantinya kita bantu evakuasi dari Stadion Sultan Agung,” ujar Wendy.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bagian dari penerapan regulasi liga, khususnya pasal 5 ayat 7, yang mengatur larangan suporter tim tamu hadir dalam laga tandang selama masa transisi kompetisi.
Wendy menegaskan bahwa pihaknya sejak awal sudah berkomunikasi dengan manajemen Persijap serta kelompok suporter dari Jepara. Mereka disebut telah berkomitmen untuk menghormati aturan tersebut.
“Nah itu mereka juga menghormati keputusan tersebut. Dua wadah suporter kita Brajamusti dan Maident juga upload ke sosial media mereka untuk menghormati ya himbauan tersebut mereka tetap menjalankan,” katanya.
Baca juga: PSIM Yogyakarta vs Persijap Jepara: Laskar Mataram Incar Kemenangan di Kandang
Selain menyiapkan evakuasi, panpel juga melakukan penyaringan ketat dalam penjualan tiket. Sistem pembelian tiket diberlakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan diprioritaskan bagi warga DIY.
“Kita sudah mulai filterisasi dari penjualan tiket. Penjualan tiket kita sudah lewat dua wadah suporter dengan NIK dan lewat laskar-laskar dari dua wadah suporter. Untuk online-nya kita tetap batasi NIK-nya hanya NIK DIY yang dapat,” jelas Wendy.
Sementara itu, dari sisi penyelenggaraan pertandingan, seluruh proses perizinan telah rampung mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda. Kuota penonton juga mengalami peningkatan dibanding laga sebelumnya.
“Seluruh rangkaian proses perizinan dari pelaksanaan pertandingan hari Rabu besok antara PSIM Yogyakarta melawan Persijap Jepara sudah selesai semuanya dari mulai Polsek, Polres, dan Polda dan alhamdulillah ada peningkatan dari kuota sebelumnya yang ada di 6.000, saat ini di atas 7.000 kita ada kuotanya,” kata Wendy.
Ia menambahkan, panpel memperkirakan kapasitas penonton akan dimaksimalkan di kisaran 7.000 orang sesuai rekomendasi kepolisian.
“Kita estimasinya sampai dengan di 7.000, kurang lebih di 7.000 tetapi pihak kepolisian ini menyarankan agar bisa dimaksimalkan di 7.000 dulu nanti kalau seumpamanya ada peningkatan nanti akan dikomunikasikan di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” jelasnya.
Dari sisi keamanan, sekitar 750 personel kepolisian akan diterjunkan untuk mengamankan jalannya pertandingan.
Jumlah tersebut disesuaikan dengan hasil analisis risiko yang menilai laga PSIM melawan Persijap relatif kondusif.
“Jumlah personel kepolisian yang diturunkan oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan Renpam Rakor kemarin itu di kisaran 750 personel kepolisian,” ujar Wendy.
Ia juga menilai hubungan suporter kedua tim dalam beberapa tahun terakhir cukup baik sehingga potensi gesekan relatif kecil.
“Kalau dilihat dari analisa risikonya dengan Persijap Jepara ini kondisinya aman karena tidak ada history meskipun dulu pernah ada gesekan suporter, tetapi di lima tahun terakhir ini hubungan baiknya sudah bisa terjalin,” katanya. (*)