Partai Gerindra Target Menang di 10 Kabupaten/Kota se-Kaltim saat Pilkada 2030
Nur Pratama March 11, 2026 05:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Peta politik di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mulai nampak meski pesta demokrasi serentak masih empat tahun lagi. 

DPD Partai Gerindra Kaltim secara terbuka mulai menunjukkan keseriusan untuk mencengkramkan kekuasaan politiknya di tingkat eksekutif atau pimpinan daerah di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim pada periode mendatang.

Momen konsolidasi internal sendiri, terpotret dalam acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi kader Gerindra Kaltim di Samarinda, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Dishub Kaltim Perketat Pengawasan Jalur Sungai saat Mudik Lebaran, Kapal Wajib Penuhi 3 Dokumen Ini

Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji saat disinggung agenda internal tertutup ini menegaskan bahwa partai besutan Prabowo Subianto ini akan terus memperkuat barisan. 

Target besar sudah dipasang, tidak hanya untuk Pilkada terdekat, tetapi juga sebagai langkah estafet kemenangan di tahun 2029 nantinya.

Partai berlambang kepala garuda ini menargetkan sapu bersih.

"Kami akan selalu konsolidasi untuk menguatkan partai. Tahun 2029 kita harus bisa memenangkan perjuangan Partai Gerindra," tegasnya, Rabu (11/3/2026) kepada Tribun Kaltim.

Terkait nama-nama besar di internal Gerindra yang mencuat untuk Pilgub Kaltim seperti Budisatrio Djiwandono hingga Andi Harun, Seno menegaskan partai menyerahkan sepenuhnya kepada penilaian masyarakat.

"Semua pilihan masyarakat, Insyaallah kita doakan saja yang terbaik," sebutnya.

Salah satu yang ditunggu juga figur yang akan melanjutkan kepemimpinan Andi Harun di Kota Samarinda.

Nama politisi senior Gerindra seperti Agus Suwandi dan Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah digadang–gadang menjadi penerus tongkat estafet kursi Wali Kota.

"Ada beberapa kader potensial yang akan kita luncurkan di Pilkada Walikota dan Bupati ke depan. Targetnya, Gerindra menguasai 10 kabupaten kota, terutama Samarinda, kita siapkan baik-baik," terang Wakil Gubernur Kaltim ini.


Enggan Campuri Urusan PKB

Soal sikap PKB Kaltim yang diutarakan beberapa waktu lalu, hanya 1 periode mendukung kepemimpinannya bersama Rudy Mas’ud, juga direspons oleh Seno.

Menurutnya dinamika internal di partai lain, khususnya keputusan PKB tidak mendukung pasangan Seno Aji dan Rudy Mas'ud di Pilkada 2030 mendatang tak ingin dicampurinya.

Secara khusus Seno juga menegaskan Gerindra sendiri tentu tetap memilih bersikap elegan, dan tidak ingin mencampuri urusan dapur masing-masing partai yang semestinya dihormati.

"Itu kan internal partai, silahkan saja. Kita tidak boleh mencampuri partai lain, jadi sah-sah saja," jelasnya singkat menanggapi manuver politik partai yang mendukungnya di Pilgub 2024 ini. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.