Wakaf Alquran Beriluminasi Tionghoa Jadi Momen Penting untuk Dorong Semangat Kebersamaan
Wahyu Aji March 11, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) memastikan ikut ambil bagian dalam program wakaf 100.000 Alquran beriluminasi Tionghoa yang diluncurkan di peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Masjid Istiqlal, Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.

Sekretaris Umum PSMTI Peng Suyoto menerima sertifikat wakaf dari Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Sertifikat tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi PSMTI dalam mendukung program penyebaran Alquran beriluminasi Tionghoa yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, DR Serian, mengatakan wakaf Alquran merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir.

“Wakaf Alquran ini merupakan sedekah jariyah utama dengan pahala yang terus mengalir selama mushaf tersebut dibaca atau dipelajari. Setiap huruf yang dibaca dari Alquran wakaf akan menghasilkan pahala berlipat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (11/3/2026).

Dia mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam program wakaf 100.000 Alquran tersebut, termasuk PSMTI dan masyarakat Tionghoa yang turut memberikan dukungan.

Sementara itu, Peng Suyoto menilai momentum tersebut menjadi kesempatan penting bagi PSMTI untuk berkontribusi dalam gerakan kebaikan yang bersifat lintas komunitas.

“Kesempatan ini belum tentu akan terulang di kemudian hari, sehingga PSMTI merasa penting untuk ikut ambil bagian dalam gerakan ini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara komunitas Tionghoa dan Islam di Indonesia memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan.

“Tionghoa dan Islam bukanlah hal yang untuk dipertentangkan. Kita melihat bagaimana peran Laksamana Cheng Ho dalam menyebarkan Islam di Nusantara pada masanya,” ujarnya.

Peng Suyoto mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyebarkan kebaikan.

“Mari kita bergandengan tangan dalam menyebarkan kebaikan bagi sesama tanpa memandang suku, ras maupun agama,” katanya.

Dalam sambutannya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjelaskan soal esensi peluncuran program wakaf 100.000 Alquran beriluminasi Tionghoa.

"Program ini merupakan simbol keberagaman serta keindahan peradaban Islam di Nusantara,” ujarnya.

Rangkaian acara Nuzulul Qur’an yang mengusung tema Jembatan Harmoni Peradaban itu juga dimeriahkan dengan pembacaan Alquran oleh qori internasional serta pertunjukan seni lukisan pasir.

Pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan sejarah Islam mulai dari turunnya wahyu pada malam Nuzulul Qur’an, perkembangan Islam di Nusantara, hingga sejarah terbentuknya Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.

Baca juga: Akulturasi Budaya, Dua Barongsai Meriahkan Kegiatan Ramadan PSMTI di Masjid Babah Alun

Turut mendampingi Sekretaris Umum PSMTI dalam acara tersebut antara lain Wakil Ketua Umum Departemen Perlindungan Data AI dan Siber Rudi Rusdiah, Departemen Pendidikan dan Kesehatan Hermanto Yaputra, serta sejumlah pengurus pusat PSMTI lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.