TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Segar memutuskan pulang ke Tanah Air setelah dua tahun bekerja sebagai teknisi pesawat di Iran.
Keputusan itu diambil karena situasi keamanan di negara tersebut yang semakin tidak kondusif akibat perang.
Segar yang sempat tinggal di Teheran mengaku merasakan langsung dampak serangan rudal yang terjadi di wilayah tersebut.
Menurutnya, pada hari-hari pertama konflik, kondisi di sekitar tempat tinggalnya masih terasa relatif normal.
Namun setelah tiga hari, intensitas serangan mulai meningkat.
"Kalau untuk masalah bombing itu mungkin hari-hari pertama masih biasa. Setelah tiga hari itu baru agak sedikit masif karena memang sudah kurang kondusif," katanya saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/3/2026) malam.
Segar mengaku kerap merasakan getaran akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
"Kalau itu mungkin kita cuma merasakan saja getaran dari strike dari misil. Ada yang sifatnya harian," ungkapnya.
Melihat kondisi yang semakin tidak aman, warga Tangerang itu akhirnya memilih mengikuti proses evakuasi yang difasilitasi pemerintah Indonesia.
Menurut Segar, langkah tersebut dirasa lebih aman dibanding melakukan evakuasi secara mandiri.
"Ada keputusan untuk evakuasi mandiri maupun non-mandiri dari pemerintah. Kita ikut yang pemerintah saja, lebih aman," ujarnya.
Segar menyebut dirinya termasuk dalam rombongan evakuasi pertama yang berjumlah 22 WNI.
Setelah kembali ke Indonesia, Segar mengaku belum memiliki rencana untuk kembali bekerja di Iran.
Ia menegaskan keputusan pulang diambil karena faktor keamanan.
"Ya karena nggak aman, kita pindah saja," katanya.