Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026, harga tiket Bus SAN mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.
Meski demikian, perusahaan otobus tersebut memastikan pelayanan tetap optimal dengan menyiapkan sebanyak 42 armada bus untuk melayani lonjakan penumpang selama musim mudik.
Staf Marketing PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) Bengkulu, Fredi Febrianto, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis menjelang musim mudik tahun ini.
Persiapan tersebut mencakup kondisi kendaraan hingga kesiapan para pengemudi yang akan melayani penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
“PO SAN sudah menjalankan berbagai persiapan, terutama memastikan seluruh unit kendaraan bus dalam kondisi laik jalan,” ujar Fredi Febrianto saat ditemui pada Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kesiapan armada menjadi prioritas utama guna menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang yang melakukan perjalanan jarak jauh selama periode mudik.
Sementara itu, menjelang musim mudik Lebaran, harga tiket bus juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan hari biasa.
Menurut Fredi, kenaikan harga tiket tersebut mengikuti regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Baca juga: Organda Bengkulu Umumkan Tarif Angkutan Lebaran 2026, Ini Rincian Trayeknya
“Kenaikan harga tiket sesuai dengan regulasi yang berlaku, yaitu sekitar 10 sampai 20 persen,” jelasnya.
Sebagai contoh, tiket perjalanan Bengkulu menuju Yogyakarta yang biasanya dibanderol sekitar Rp630 ribu kini naik menjadi sekitar Rp780 ribu.
Kenaikan harga tiket tersebut akan diberlakukan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, PO SAN Bengkulu berharap pelayanan transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat berjalan lancar serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh penumpang.
Sebelum memasuki masa arus mudik Lebaran, seluruh armada bus milik PO SAN Bengkulu juga telah menjalani proses pemeriksaan atau ram check oleh pihak berwenang.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu.
Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kendaraan dicek secara menyeluruh mulai dari sistem pengereman, kondisi mesin, kelengkapan keselamatan hingga aspek teknis lainnya.
“Beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan ram check oleh BPTD Kelas III Bengkulu bersama Polda Bengkulu untuk memastikan kondisi kendaraan aman bagi para pemudik,” jelasnya.
Ram check tersebut bertujuan memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan dan kelayakan jalan sebelum melayani penumpang.
Selain kondisi armada, pihak PO SAN Bengkulu juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan para sopir yang bertugas mengemudikan bus selama musim mudik.
Menurut Fredi, kondisi fisik dan kesehatan pengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan penumpang selama perjalanan.
Oleh karena itu, pihak perusahaan memastikan para sopir yang bertugas dalam kondisi prima dan siap menjalankan perjalanan jarak jauh.
“Tidak hanya kendaraan, kondisi para sopir juga menjadi perhatian kami untuk memastikan keamanan penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” katanya.
Untuk melayani kebutuhan masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini, PO SAN Bengkulu menyiapkan sebanyak 42 unit armada bus.
Jumlah tersebut sudah termasuk enam unit bus baru yang turut dioperasikan untuk melayani rute perjalanan para penumpang.
“Total ada 42 unit bus yang kita siapkan selama musim arus mudik Lebaran, termasuk enam unit armada baru,” ungkap Fredi.
Puluhan armada tersebut nantinya akan melayani enam rute perjalanan yang mencakup berbagai wilayah di Pulau Sumatera maupun Pulau Jawa.
Menurutnya, seluruh persiapan teknis telah dilakukan agar pelayanan kepada penumpang dapat berjalan dengan maksimal.
“Unit-unit tersebut melayani enam rute baik di wilayah Sumatera maupun Pulau Jawa. InsyaAllah semua persiapan sudah kita lakukan,” ujarnya.
Meski masa mudik Lebaran semakin dekat, Fredi menyebutkan hingga saat ini lonjakan penumpang dari Bengkulu menuju berbagai daerah tujuan masih belum terlihat signifikan.
Baik untuk tujuan di wilayah Sumatera maupun Pulau Jawa, jumlah penumpang yang berangkat dari Bengkulu masih relatif normal seperti hari biasa.
“Sampai hari ini lonjakan penumpang dari Bengkulu menuju Sumatera maupun Pulau Jawa masih belum terlihat,” katanya.
Namun demikian, kondisi berbeda terjadi pada arus perjalanan dari Pulau Jawa menuju Bengkulu.
Fredi menyebutkan bahwa lonjakan penumpang dari Pulau Jawa yang hendak pulang ke Bengkulu sudah mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.
“Untuk keberangkatan dari Pulau Jawa menuju Bengkulu sudah mulai ada lonjakan penumpang,” jelasnya.
PO SAN Bengkulu memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada pertengahan bulan Maret.
Berdasarkan perkiraan perusahaan, lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Maret 2026.
Pada periode tersebut, jumlah pemudik diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.