TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung secara tegas tidak merekomendasikan pemudik menggunakan jalur alternatif Cukang Monteng (Ibun) dan Cijapati selama arus mudik Lebaran 2026.
Jalur ini dinilai memiliki risiko tinggi bagi pengendara yang hendak pulang ke kampung halaman.
Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, menjelaskan bahwa kedua jalur tersebut memiliki kontur jalan yang berkelok tajam, serta tanjakan dan turunan yang ekstrem.
Kondisi tersebut membuat jalur ini menjadi titik rawan kecelakaan.
"Dua jalur itu memang dari tahun ke tahun tidak kami rekomendasikan untuk dilintasi selama mudik Lebaran. Konturnya sangat rawan bagi kendaraan," ujar Hilman kepada awak media, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Ada 129 CCTV Pantau Pergerakan Mudik Lebaran 2026 di Bandung Barat, Tersebar di 59 Titik
Meski tidak disarankan, Dishub menyadari bahwa masih banyak pemudik yang memilih jalur tersebut sebagai jalan pintas.
Oleh karena itu, Dishub tetap menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Salah satu fokus utama adalah risiko kendaraan matic yang mengalami rem blong atau panas berlebih (overheat) saat melintasi turunan curam.
"Kami bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkar). Kami minta Damkar untuk standby di sana."
"Banyak kendaraan matik yang melintas dan rawan kecelakaan seperti rem blong atau bahkan kebakaran mesin. Itu yang harus kami waspadai," tegas Hilman.
Untuk mendukung keselamatan, Dishub Kabupaten Bandung telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya:
Hingga saat ini, Dishub Kabupaten Bandung belum mencatat adanya peningkatan volume arus mudik yang signifikan.
Meski demikian, personel akan disiagakan mulai 14 Maret 2026.
Hilman juga mengingatkan pemudik untuk mewaspadai dua gelombang puncak arus mudik berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, yakni pada 14–15 Maret dan 19–20 Maret 2026, serta antisipasi saat arus balik nanti.(*)