Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon memastikan kesiapan armada menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebanyak 11 unit kapal ferry disiapkan untuk melayani sejumlah lintasan penyeberangan di wilayah Maluku.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Syamsudin Tanassy, mengatakan seluruh armada dan pelabuhan yang dikelola ASDP dalam kondisi siap beroperasi.
“Pelabuhan yang ditangani ASDP di antaranya lintasan Galala–Namlea dan Hunimua–Waipirit,” ujarnya saat ditemui TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Pemda Malteng Siap Gelontorkan Rp. 47 Miliar untuk THR-Gaji 13 PNS, CPNS, dan PPPK Penuh Waktu
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, Sabuk Nusantara 80 Doking, Dishub SBT Usulkan Deviasi Sabuk 106
Untuk wilayah Maluku Tenggara, tiga kapal disiapkan melayani sejumlah rute.
KMP Tanjung Madlahar melayani lintasan Tual–Tayando–Kur, Tual–Holat–Banda Eli, serta Tual–Elat.
KMP Lobster melayani rute Tual–Kur–Kesui, Tual–Dobo, Dobo–Lamira, Dobo–Benjina, dan Dobo–Serwatu.
Sementara KMP Temi melayani lintasan Tual–Kaimana, Fakfak–Lobo, dan Tual–Larat.
Delapan kapal lainnya beroperasi di wilayah Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau Buru.
KMP Danau Rana melayani rute Pulau Buru–Namlea–Masarete, KMP Layu melayani lintasan Wailei–Umeputi, sedangkan KMP Samandar melayani rute Waai–Umeputi–Nalahia–Kota Masohi.
Selain itu, satu kapal juga disiapkan untuk melayani lintasan Galala–Namlea.
Khusus lintasan Hunimua–Waipirit, ASDP menyiapkan empat kapal yakni KMP Roka Tenda, KMP Trubuk, KMP Inalika, dan KMP Erana. Lintasan ini juga diperkuat dua kapal tambahan dari PD Panca Karya.
“Empat kapal disiagakan di jalur Hunimua–Waipirit karena lintasan ini menjadi pantauan skala nasional,” jelas Syamsudin.
Ia memperkirakan puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 17 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP menerapkan skema operasional seperti pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru.
Jumlah perjalanan kapal (trip) ditingkatkan dari 13 menjadi 17 trip, dengan fokus utama pada lintasan Hunimua–Waipirit.
Selain itu, waktu tunggu kapal di pelabuhan juga dipercepat. Dari sebelumnya berkisar 1,5 hingga 2 jam, kini dipangkas menjadi satu jam. Jika terjadi lonjakan penumpang, waktu tunggu bisa dipersingkat hingga 45 menit.
“Jika terjadi kepadatan penumpang, waktu tunggu kapal dapat dipersingkat menjadi 45 menit,” ujarnya.
Syamsudin turut mengingatkan penumpang agar memperhatikan aturan keselamatan di dalam kapal, termasuk bagi penumpang yang merokok agar tidak menimbulkan potensi bahaya kebakaran.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jadwal maupun lintasan pelayaran.
“Jika terjadi cuaca buruk, kemungkinan akan ada perubahan lintasan kapal. Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan,” katanya.(*)