TRIBUNMADURA.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya, yang lebih dikenal dengan nama Abu Janda, menjadi sorotan publik setelah terlibat perdebatan panas dalam sebuah acara dialog yang disiarkan langsung di salah satu televisi nasional pada Selasa (10/3/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi ketika diskusi membahas konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dalam forum tersebut, Permadi Arya hadir sebagai narasumber dengan latar belakangnya sebagai pegiat media sosial.
Baca juga: Sosok dan Profil Syaikhona Muhammad Kholil, Ulama Madura yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Selama jalannya diskusi, Permadi Arya beberapa kali beradu argumen dengan narasumber lain.
Suasana di studio mulai memanas setelah ia melontarkan kata-kata bernada keras saat menanggapi pandangan pihak lain.
Ketegangan memuncak ketika Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari menyampaikan pandangannya terkait hubungan historis Indonesia dengan Palestina.
Feri menyebut Indonesia memiliki utang moral terhadap Palestina karena negara tersebut termasuk pihak yang lebih dahulu memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia pada masa awal berdirinya negara.
Namun sebelum penjelasan itu selesai disampaikan, Permadi Arya langsung memotong pembicaraan dan menolak pernyataan tersebut.
“Enggak ada utang sama bangsa Palestina, utang apaan? Jangan ngaco, enggak ada utang,” ujar Permadi Arya, dikutip dari tayangan YouTube iNews TV, Selasa (10/3/2026).
Perdebatan pun semakin memanas.
Feri Amsari kemudian menyatakan Permadi Arya tidak layak berada dalam forum diskusi tersebut dan menyarankan agar ia meninggalkan ruang dialog.
Menanggapi pernyataan itu, Permadi Arya berdiri dari kursinya dan mendekati Feri Amsari sambil mengatakan, dirinya siap keluar dari ruangan.
“Enggak usah lu usir, dengan senang hati gua pergi,” ucapnya.
Situasi di studio semakin tegang karena kedua narasumber saling melontarkan kata-kata kasar.
Baca juga: Sosok dan Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan di Era Presiden Prabowo
Pembawa acara, Aiman Witjaksono kemudian mencoba menenangkan situasi dengan menegur Permadi Arya agar menjaga ketertiban selama diskusi berlangsung.
Namun teguran tersebut tidak dihiraukan.
Aiman akhirnya mengambil keputusan tegas dengan meminta Permadi Arya meninggalkan forum dialog.
“Hei, tidak boleh. Saya peringatkan anda, kalau anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar! Silakan keluar!” kata Aiman dengan nada tegas.
Dikutip dari Tribunnews.com, nama Abu Janda merupakan nama panggung yang digunakan Permadi Arya sejak Desember 2014.
Dalam sebuah siniar di televisi, ia pernah menjelaskan bahwa nama tersebut dibuat sebagai bentuk parodi terhadap sosok Abu Jandal Al Indonesi, yang sering dikaitkan dengan jaringan ISIS.
Permadi kemudian memelesetkan nama itu menjadi Abu Janda Al-Bollywoodi.
Ia menyebut penggunaan nama tersebut sebagai cara menyindir sekaligus melawan paham radikalisme melalui pendekatan humor.
Permadi Arya memiliki nama lengkap Heddy Setya Permadi.
Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973.
Dalam bidang pendidikan, ia pernah menempuh studi Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School Singapura pada April 1997.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Inggris dan memperoleh gelar Sarjana Business and Finance dari University of Wolverhampton pada 1999.
Baca juga: Profil Badrus Zeman, Motor Band Lhorju’ yang Menghidupkan Rock Madura
Sebelum dikenal luas sebagai pegiat media sosial, Permadi Arya pernah bekerja di sejumlah perusahaan, termasuk di sektor sekuritas, perbankan swasta, hingga perusahaan tambang batu bara.
Namanya mulai populer setelah aktif menyampaikan berbagai pandangan di media sosial.
Dalam dunia politik, ia pernah terlibat sebagai relawan dalam beberapa pemilihan presiden.
Pada Pemilihan Presiden 2019, Permadi Arya bergabung sebagai influencer dan pegiat media sosial dalam tim sukses Joko Widodo.
Sementara pada Pemilihan Presiden 2024, ia menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto dan bergabung dengan Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama sejumlah tokoh seperti Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.
Di media sosial, akun Instagram miliknya @permadiaktivis2 telah terverifikasi dan diikuti hampir 800 ribu pengikut.
Dalam biodatanya, ia menuliskan keterangan “Menteri Agama (unofficial)” serta “Researcher sejarah Israel Palestina.”
Nama Permadi Arya juga sempat ramai dibicarakan pada April 2025.
Saat itu beredar poster di media sosial yang menyebut dirinya diangkat sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO).
Namun kabar tersebut kemudian dibantah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Juru bicara kementerian, Putri Violla, menegaskan bahwa tidak pernah ada pengangkatan Permadi Arya sebagai komisaris di perusahaan tersebut.
“Kabar tersebut tidak benar. Tidak ada pengangkatan atas nama Permadi Arya sebagai komisaris JMTO,” ujar Putri Violla pada Selasa, 8 April 2025.
Baca juga: Sosok Anwar Abbas yang Respons Pandji di Mens Rea, Wakil Ketua Umum MUI Tiga Periode