Iran Menarik Diri dari Piala Dunia 2026
Drajat Sugiri March 11, 2026 10:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Partisipan pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2026, Iran harus undur diri dari helatan terbesar sepak bola di dunia itu.

Pada Rabu (11/3/2026) Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali menekankan ketidakmungkinan bagi tim nasional putra untuk bermain di Amerika Serikat.

Iran sejatinya akan memulai langkah di Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru (16/6), dan kemudian Belgia (22/3) di venue yang sama, yakni SoFi Stadium, bagian barat kota Los Angeles, Amerika Serikat.

Empat hari kemudian, Iran akan menghadapi Mesir di Seattle, Washington.

Alasan pengunduran diri Iran tak lepas dari ketegangan perang yang terjadi saat ini antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

"Karena pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kami, kami tidak berniat untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia (2026)," ucap Donyamali dikutip dari Goal Internasional.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei dinyatakan meninggal dunia pada 28 Februari lalu, dan kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba dalam pemerintahan saat ini.

"Dua perang telah menimpa kami dalam delapan atau sembilan bulan dan beberapa ribu warga negara kami telah tewas."

"Oleh karena itu, kami tidak memiliki peluang untuk berpartisipasi dengan cara ini," tegas Ahmad Donyamali.

Izin Donald Trump

Beberapa waktu sebelum Ahmad Donyamali mengeluarkan pernyataan, Presiden FIFA, Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trum telah membuka diri untuk partisipasi Iran di Piala Dunia 2026.

Laporan CBC News menyebutkan, pertemuan kedua presiden tersebut berlangsung di Gedung Putih di Ruang Oval pada Selasa (10/3) malam waktu setempat, ditemani oleh eksekutif FIFA, Andrew Giuliani.

Infantino kemudian menulis di media sosial: "Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya."

Dan dalam diskusi tersebut, Infantino menegaskan bahwa Iran dipersilakan untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pernyataan Infantino ini merujuk kepada ungkapan Donald Trump di awal Maret lalu ketika semua wakil partisipan berkumpul di Atlanta dalam pertemuan perencanaan untuk para peserta Piala Dunia.

Iran adalah satu-satunya negara yang absen dalam acara tersebut.

Dan Donald Trump berkata, "Saya benar-benar tidak peduli," jika Iran berpartisipasi, dikutip dari Politico yang melakukan wawancara ekslusif.

"Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga," sambung Trump.

Badan pengatur sepak bola FIFA enggan berkomentar saat itu, hingga pernyataan Infantino keluar dan disambut dengan penolakan dari Menteri Olahraga Iran pekan ini.

Dunia olahraga juga terkena dampak besar dari kondisi saat ini, perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel, di antaranya tur England Lions dan timnas wanita Inggris ke Uni Emirat Arab dibatalkan.

Serta kekhawatiran F1 Bahrain dan Arab Saudi pada April mendatang.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.