TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Kabupaten Belitung dalam kondisi aman hingga hari raya Idulfitri 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Djoni saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Jober Pertamina Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (10/3/2026).
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying menjelang Lebaran.
"Saya minta masyarakat tetap tenang dan tidak perlu melakukan pembelian berlebih. Stok BBM dan elpiji di Belitung aman dan pengiriman terus berjalan sesuai jadwal,” kata Djoni, seperti dalam rilis Prokopim Setda Belitung, Rabu (11/3/2026).
Djoni menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten Belitung dengan PT Pertamina Patra Niaga, ketersediaan BBM dan elpiji di wilayah Pulau Belitung dipastikan dalam kondisi aman dengan pasokan yang terus berkelanjutan.
Djoni juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial terkait ketahanan energi nasional.
Berdasarkan laporan dari Field Terminal Tanjungpandan, ketahanan stok BBM dan elpiji saat ini dinilai sangat memadai.
Untuk BBM jenis pertamina dex, stok yang tersedia bahkan mencapai lebih dari 56 hari.
Untuk pertalite dan biosolar juga dipastikan aman karena pasokan didukung siklus kedatangan kapal secara berkala selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri.
Adapun elpiji memiliki ketahanan sekitar 13,3 hari dan akan kembali bertambah dengan jadwal kedatangan kapal pengangkut pada 16 Maret 2026.
Selain itu, Djoni juga meminta pihak Pertamina untuk meningkatkan pengawasan di lapangan guna mencegah adanya praktik penimbunan atau aktivitas spekulan yang memanfaatkan situasi.
“Fokus kita adalah memastikan BBM ini benar-benar sampai ke masyarakat, bukan tertahan di pengumpul yang bisa memicu gejolak harga atau kelangkaan,” ujar Djoni.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Belitung membahas rencana jangka panjang terkait penggunaan kompor induksi sebagai alternatif penggunaan elpiji.
Djoni mengatakan, berdasarkan perhitungan yang ada, penggunaan kompor induksi dinilai lebih hemat, yakni sekitar 15 persen lebih murah dibanding elpiji bersubsidi dan hingga 60 persen lebih hemat dibanding elpiji nonsubsidi.
"Pemerintah Kabupaten Belitung akan terus berkolaborasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya. (*/dol)