SURYA.co.id, Surabaya - Persebaya Surabaya menjalani periode sulit sepanjang bulan Ramadan.
Dari empat pertandingan yang dimainkan, Bajol Ijo hanya mampu mengoleksi empat poin hasil satu kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan, membuat rapor tim jadi bahan evaluasi.
Kekalahan pertama terjadi saat menghadapi Persijap Jepara dengan skor 3-1.
Persebaya sempat bangkit dengan kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar, namun hasil itu menjadi satu-satunya kemenangan mereka.
Laga berikutnya melawan Persib Bandung berakhir imbang 2-2 dalam duel sengit.
Baca juga: Nasib Apes, Persebaya Surabaya Didenda Rp 250 Juta, Tribun Utara Ditutup Hingga Akhir Musim
Namun, pada pertandingan terakhir Ramadan, Persebaya takluk telak 5-1 di markas Borneo FC Samarinda.
Catatan pertandingan Bajol Ijo sepanjang Ramadan menunjukkan performa yang tidak konsisten:
Seusai laga melawan Borneo FC, Pelatih Bernardo Tavares menegaskan perlunya evaluasi di tim.
“Kami harus melihat apa yang terbaik bagi tim. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang harus dilepas,” ujarnya.
Kemenangan atas PSM Makassar menjadi satu-satunya titik terang. Namun, kekalahan telak dari Borneo FC memperlihatkan kelemahan di lini pertahanan yang harus segera diperbaiki.
Baca juga: Daftar Pemain Pilar Persebaya Surabaya Kontrak Habis Pertengahan 2026, Bajol Ijo Cuci Gudang
Duel kontra Persib Bandung menunjukkan semangat juang tim, meski hasil akhir hanya satu poin.
Dukungan Bonek tetap mengalir, menuntut tim segera bangkit.
Dengan hanya empat poin dari empat laga Ramadan, Persebaya harus segera memperbaiki performa.
Catatan ini menjadi peringatan keras bagi tim pelatih agar lebih fokus pada konsistensi.
Isu kontrak pemain yang habis juga menambah tekanan.
Beberapa nama penting seperti Ernando Ari dan Bruno Moreira harus segera dipastikan masa depannya agar tim tidak kehilangan kekuatan inti.
Dukungan Bonek tetap menjadi modal besar. Meski kecewa, mereka berharap Bajol Ijo segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.