TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis bersama personil gabungan penanganan Karhutla masih terus melakukan upaya pendinginan di lahan bekas Karhutla di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat.
Upaya pendinginan melibatkan 50 personil tim gabungan. Terdiri personil BPBD Bengkalis, Polisi, TNI Manggala Agni dan MPA setempat.
Hal ini diungkap Manager Pusdalops PB BPBD Bengkalis Erzansyah kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (11/3). Upaya pendinginan dilakukan beberapa titik di sekitaran lahan yang terbakar beberapa waktu lalu seluar lima belas hektare.
"Jadi petugas gabungan melakukan patroli langsung sejak pagi tadi di bekas lahan yang terbakar. Begitu menemukan lahan yang masih mengeluarkan asap langsung dilakukan pendinginan," jelas Erzansyah.
Menurut dia, upaya pendinginan tidak hanya di satu titik. Tetapi beberapa titik yang mengeluarkan asap, dilakukan injeksi air ke tanah guna memastikan tanah yang berasap dalam keadaan basah dan tidak menimbulkan titik api permukaan baru.
"Jadi petugas yang turun terpencar, mereka dibagi tim melakukan pendinginan secara berjarak. Fokuskan hanya lahan yang mengeluarkan asap saja yang dilakukan injeksi air," tambahnya.
Erzansyah mengatakan, meskipun upaya pendinginan yang dilakukan saat ini, namun tidak terjadi penambahan luas lahan terbakar di Desa Sukarjo Mesim. Karena memang api tanah yang muncul hanya membakar bekas lahan yang sebelumnya terbakar.
"Luas lahan tidak bertambah masih sama sebelumnya. Karena pendinginan dilakukan di lahan yang sudah terbakar sebelumnya," tandasnya.
Sementara itu untuk Karhutla terbaru, sampai saat ini Erzansyah mengatakan, belum ada titik api yang muncul. Memang pantauan BMKG pagi tadi wilayah Bengkalis masih ada titik panas yang muncul, namun sudah dilakukan kroscek bukan titik api.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)