TRIBUN-MEDAN.COM - Pengacara sekaligus tokoh publik, Razman Arif Nasution, menyoroti maraknya dugaan peredaran narkoba di kawasan perkebunan karet PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE), di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi merusak masa depan generasi muda, khususnya masyarakat sekitar perusahaan.
Razman menegaskan, dugaan peredaran narkoba ini memiliki kaitan erat dengan aksi pencurian getah karet yang terjadi di kawasan perkebunan tersebut.
Menurutnya, jaringan pelaku pencurian getah karet diduga juga terlibat dalam peredaran narkoba, sehingga menambah kompleksitas masalah keamanan di lingkungan sekitar perusahaan yang lahan perkebunannya terletak di beberapa kabupaten di Sumatera Utara.
Dugaan tersebut bahkan mengaitkan keterlibatan oknum security, termasuk sosok yang dikenal masyarakat setempat, yang diduga sebagai bos getah ilegal berinisial IJL (Dolok Maraja), diduga memelihara ratusan pekerja ilegal untuk mengelola getah karet curian, kemudian disalurkan atau "dilegalkan" melalui jalur resmi atau delivery order (DO) milik seseorang ke PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate.
Dari ratusan terduga pekerja ilegal tersebut, diduga sekitar 70 persen merupakan pengguna narkoba, sehingga memperkuat indikasi adanya hubungan erat antara bisnis gelap getah karet dan peredaran narkoba.
Razman Nasution pun meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat, baik oknum internal maupun pihak luar.
Ia juga meminta pihak pimpinan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate agar menindak tegas para oknum-oknum security tersebut kalau memang ada dugaan kerja sama dengan bisnis ilegal itu. Karena menurutnya, kehadiran PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate harus berdampak positif kepada masyarakat sekitar.
“Jangan ada toleransi terhadap peredaran narkoba maupun pencurian getah karet. Aparat harus segera turun tangan, lakukan penyelidikan mendalam, dan berikan efek jera,”tegasnya, Rabu (21/3/2026).
Ia mengingatkan bahwa kawasan perkebunan besar seperti Bridgestone memiliki peran penting dalam perekonomian daerah dan nasional, sehingga harus dijaga dari praktik ilegal yang dapat merusak citra perusahaan maupun lingkungan sosial masyarakat.
Razman berharap sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dapat segera diwujudkan untuk menutup ruang gerak para pelaku.
“Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal moral dan masa depan bangsa,”pungkasnya.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Dugaan Bisnis Gelap Getah Karet di PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate Jadi Sorotan Masyarakat