TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Puncak arus mudik Lebaran 1447 H di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diperkirakan terjadi pada H-1 Lebaran atau Kamis (19/3/2026), setelah sebelumnya sempat meleset dari prediksi awal.
General Manager Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM, Dony Subardono, mengungkapkan pihaknya semula memperkirakan puncak arus mudik terjadi sehari sebelumnya dengan jumlah penumpang mencapai 12 ribu orang.
Namun, realisasi di lapangan menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan.
“Prediksi kita kemarin itu sekitar 12 ribu penumpang, tapi realisasinya hanya sekitar 10.500,” ujar Dony.
Ia menjelaskan, kemungkinan besar puncak arus mudik justru terjadi pada H-1 Lebaran, dengan jumlah penumpang diperkirakan kembali meningkat.
Baca juga: Polres Sawahlunto Siapkan 2 Posko Mudik Lebaran 2026, Cek Lokasinya
“Mungkin hari ini masih di atas perkiraan kita, sekitar 11 ribu penumpang yang lewat BIM,” katanya.
Meski terjadi pergeseran prediksi, Dony memastikan pihak bandara tetap dalam kondisi siaga penuh untuk melayani penumpang.
Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari penambahan penerbangan hingga penguatan layanan di bandara.
“Ada extra flight sekitar tujuh penerbangan setiap hari untuk membantu mengakomodasi penumpang,” ujarnya.
Selain itu, posko terpadu juga telah dioperasikan dengan melibatkan sejumlah instansi guna memberikan layanan informasi dan pengamanan bagi pemudik.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Gubernur Sumbar: Kita Minta Objek Wisata Jauh dari Pemalakan
Berdasarkan data sementara, jumlah pemudik yang masuk melalui BIM hingga saat ini telah mencapai lebih dari 50 ribu orang dan mendekati angka 60 ribu.
Secara keseluruhan, terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dony menambahkan, tren peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mudik melalui jalur udara, meski terdapat dinamika dalam pola kedatangan penumpang.
“Yang jelas, kami tetap siap memberikan pelayanan terbaik meskipun ada perubahan pola puncak arus mudik,” tutupnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyoroti stabilitas harga tiket pesawat saat arus mudik Lebaran 1447 H.
Hal itu disampaikannya saat melakukan pemantauan H-1 lebaran di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis (19/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi tidak hanya meninjau fasilitas dan pelayanan, tetapi juga berdialog langsung dengan para pemudik, khususnya terkait harga tiket penerbangan dari luar daerah menuju Padang.
“Tadi saya sempat menanyakan langsung kepada pemudik terkait harga tiket. Mereka mengaku membeli sejak jauh hari sehingga masih mendapatkan harga yang relatif murah,” ujar Mahyeldi kepada TribunPadang.com.
Meski begitu, ia mengingatkan seluruh pihak terkait, termasuk pengelola bandara dan maskapai penerbangan, agar tetap menjaga harga tiket sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: 15 Titik di Sumbar Pantau Hilal, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri Malam Ini
“Kita minta harga tiket, baik ke Padang maupun ke Jakarta, tidak melebihi harga tertinggi. Ini penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Mahyeldi menilai, kestabilan harga tiket menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik, khususnya bagi para perantau yang ingin pulang kampung ke Sumatera Barat.
Menurutnya, jika harga tiket tetap terkendali, maka semangat masyarakat untuk mudik akan semakin tinggi dan terfasilitasi dengan baik.
Selain menyoroti harga tiket, Mahyeldi juga memastikan pelayanan di BIM berjalan optimal. Ia mengapresiasi kesiapan petugas posko Lebaran serta peningkatan layanan, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
“Alhamdulillah pelayanan di BIM semakin baik, baik nasional maupun internasional sudah teratasi dengan baik,” katanya.
Baca juga: Cek Prakiraan Cuaca Jumat 20 Maret 2026, Pagi Potensi Hujan Ringan di Mentawai dan Dharmasraya
Dalam pemantauan tersebut, Mahyeldi turut didampingi unsur Forkopimda Sumbar dan General Manager Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM, Dony Subardono.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap, dengan pengawasan harga tiket dan peningkatan pelayanan, arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(*)