Sosok Michael Bambang Hartono, Bos Djarum yang Dikabarkan Meninggal Dunia di Singapura
Putra Dewangga Candra Seta March 19, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id – Pengusaha ternama Indonesia sekaligus pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3) siang.

Ia mengembuskan napas terakhir pukul 13.15 waktu Singapura.

Informasi wafatnya tokoh bisnis tersebut pertama kali beredar melalui sejumlah grup WhatsApp di lingkungan internal perusahaan Djarum.

Pesan Duka yang Beredar

Dalam pesan yang beredar, tertulis:

Telah wafat dengan tenang, Bapak Michael Bambang Hartono pada tgl 19 Maret 2026 jam 13.15 waktu Singapore.

May he rest in peace ????????????”

Hingga saat ini, pihak keluarga masih melakukan proses pengurusan jenazah di Singapura." dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Proses Konfirmasi Masih Berlangsung

HEBOH Orang Terkaya Indonesia Kepergok Makan di Warung Sederhana, Ini Fakta Michael Bambang Hartono
HEBOH Orang Terkaya Indonesia Kepergok Makan di Warung Sederhana, Ini Fakta Michael Bambang Hartono (Kolase Twitter/@ayudh69 dan Kompas.com/)

Sejumlah pihak, termasuk media, masih berupaya melakukan konfirmasi resmi terkait kabar meninggalnya Michael Bambang Hartono kepada lingkungan Grup Djarum.

Belum ada pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak keluarga maupun manajemen perusahaan terkait kabar duka tersebut.

Publik kini masih menantikan konfirmasi resmi dari keluarga maupun manajemen Grup Djarum terkait kabar duka tersebut, termasuk informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman.

Sosok Michael Bambang Hartono

Dikutip dari WIkipedia, Michael Bambang Hartono lahir pada 2 Oktober 1939.

Ia adalah salah seorang pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum.

Bambang dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963.

Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Bambang dan Budi bahu membahu mengibarkan bendera Djarum sampai ke luar negeri.

Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Pada 2022, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono dan Bambang Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan US$ 47,7 Miliar.

Bambang sendiri menduduki peringkat ke-69 dunia dengan total kekayaan US$ 22,3 Miliar.[3]

Selain industri rokok, saat ini Bambang dan Budi merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA).

Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA.

Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik Polytron.

Secara mengejutkan pada perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta-Palembang, Indonesia, pada cabang olahraga Bridge, tim nasional Indonesia diperkuat oleh Michael Bambang Hartono.

Pada perhelatan ini Bambang menjadi atlet tertua dari kontingen Indonesia (berusia 78 tahun pada 2018) dan berhasil meraih medali perunggu, yang berarti ia ikut turut serta menerima bonus atlet yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui tabungan Bank Rakyat Indonesia, sebuah hal yang menggelitik di publik, karena status dia sebagai orang terkaya dan juga pemilik BCA, bank swasta terbesar di Indonesia.

Bonus tersebut ia sumbangkan kepada federasi olahraga Bridge di Indonesia, Gabungan Bridge Seluruh Indonesia untuk biaya pengembangan atlet.

Sosok Michael Bambang Hartono ramai diperbincangkan publik karena kesederhanaannya.

Banyak tangkapan gambar yang beredar di lini masa menampilkan dia seorang diri sedang makan di Kedai Tahu Pong Karangsaru, Semarang, Jawa Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.