Rencana Gila Thailand Mau Gratiskan Penerbangan Domestik di Tengah Konflik
GH News March 20, 2026 11:09 AM
Bangkok -

Konflik Timur Tengah membuat industri penerbangan ketar-ketir. Thailand putar otak, caranya dengan menggelar penerbangan gratis!

Puttipong Prasarttong-Osoth, Presiden Asosiasi Maskapai Penerbangan Thailand (AAT), mengatakan bahwa pada tanggal 13-14 Maret, asosiasi tersebut mengadakan pertemuan dengan para eksekutif senior dari maskapai anggotanya, Bangkok Airways, Thai AirAsia, Thai AirAsia X, Nok Air, Thai Lion Air, dan Vietjet Thailand, seperti dikutip dari pada Jumat (20/3/2026).

Mereka membahas kondisi terkini industri penerbangan, termasuk biaya operasional maskapai yang disebabkan oleh fluktuasi harga minyak di tengah ketegangan geopolitik di beberapa wilayah.

Ketegangan ini telah menciptakan ketidakpastian harga energi global dan dapat memengaruhi stabilitas biaya industri penerbangan.

Asosiasi tersebut percaya bahwa pemerintah harus mempertimbangkan langkah-langkah bantuan jangka pendek untuk mengurangi dampak pada industri penerbangan, khususnya pengurangan sementara pajak cukai bahan bakar jet untuk penerbangan domestik.

Hal ini akan membantu menurunkan biaya operasional maskapai dan menjaga harga tiket pesawat tetap wajar bagi masyarakat dan wisatawan, karena perjalanan domestik memainkan peran penting dalam mendistribusikan pendapatan ke berbagai daerah.

"Adanya langkah-langkah dukungan yang tepat pada saat industri penerbangan menghadapi volatilitas akibat faktor eksternal akan membantu memperkuat daya saing Thailand dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang."

Selain itu, pertemuan tersebut juga menindaklanjuti kemajuan proyek-proyek utama asosiasi, seperti skema tarif penerbangan khusus untuk festival Songkran 2026, di mana maskapai anggota bekerja sama untuk menambah penerbangan khusus dan memangkas harga tiket maksimum hingga 30%.

"Strategi utama saat ini adalah segera mencari pasar pengganti dari destinasi jarak pendek seperti Tiongkok dan ASEAN. Jika memungkinkan, kami juga ingin melihat langkah-langkah promosi terkait tiket pesawat untuk perjalanan ke kota-kota sekunder di Thailand, karena ini akan menjadi faktor penting lainnya dalam membantu Thailand bersaing dengan negara-negara saingan seperti Vietnam dan Tiongkok," jelasnya.

Adith Chairattananon, Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA), mengatakan pasar wisatawan Tiongkok tetap menjadi sumber utama pengunjung asing ke Thailand. Mereka adalah harapan utama industri di tengah ketegangan di Timur Tengah.

Berdasarkan angka pemesanan di muka, meskipun belum ada dampak yang terlihat untuk April-Mei, dengan pemesanan kursi di awal sudah mencapai 60%. Data menunjukkan tanda-tanda awal gangguan akibat harga minyak yang lebih tinggi.

"Strategi untuk menghidupkan kembali pasar pariwisata Tiongkok, yang harus terus diupayakan Thailand, adalah promosi pariwisata dua arah sebagai strategi saling menguntungkan. Hal ini telah membantu meningkatkan proporsi penumpang Thailand pada rute Thailand-Tiongkok menjadi 30-40%, dari hanya 10% sebelum wabah Covid-19," ungkapnya.

Sedangkan untuk pasar Eropa, yang melakukan perjalanan melalui perusahaan anggota ATTA, ditemukan bahwa setelah insiden di Timur Tengah, jumlahnya turun hingga 30%.

Oleh karena itu, pasar lain harus segera dicari untuk mengimbangi kerugian tersebut, seperti menarik wisatawan dari Asia Tengah untuk transit di Tiongkok sebelum datang ke Thailand.

Thapanee Kiatphaibool, Gubernur TAT, mengatakan lembaga tersebut akan fokus pada pencarian pasar pengganti untuk wisatawan jarak jauh yang hilang dengan memperluas pasar jarak pendek di Asia, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, India, Malaysia, Indonesia, dan Singapura, serta negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).

Selain itu, TAT akan menggunakan sisa anggaran dari proyek "Thailand Summer Blast" untuk mendukung maskapai penerbangan dalam menambah lebih banyak penerbangan ke kota-kota besar dan kota-kota sekunder secara berkelanjutan.

Batas waktu bagi maskapai penerbangan untuk mengajukan dukungan telah diperpanjang hingga Juli 2026.

TAT juga akan berupaya merevisi persyaratan tambahan untuk mendukung penerbangan pasar jarak jauh untuk dipertimbangkan oleh Kabinet baru.

"Dan proyek lain yang akan dihidupkan kembali untuk diajukan kepada Kabinet baru adalah skema Beli Tiket Internasional, Gratis Tiket Domestik Thailand. Di bawah langkah ini, wisatawan asing yang membeli tiket pesawat internasional dengan harga reguler ke Thailand akan menerima tiket pesawat domestik pulang pergi gratis. Proyek ini sebelumnya telah diusulkan kepada pemerintah sebelumnya, tetapi dibiarkan tertunda dan masih menunggu pertimbangan," jelasnya.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.