Jakarta (ANTARA) - Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat yang digelar Muhammadiyah di Masjid Baitusy Syifa, RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, mengingatkan pentingnya melakukan refleksi diri setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Dalam khutbahnya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Seni, Budaya dan Olahraga Irwan Akib mengajak jamaah untuk merenungkan sejauh mana perubahan yang telah dicapai selama Ramadhan.

"Ramadan telah berlalu, takbir telah berkumandang, dan hari kemenangan telah tiba. Namun demikian, kita perlu merenungkan diri kita, apakah kita benar-benar kembali kepada fitrah di hadapan jamaah," kata Irwan.

Shalat Idul Fitri yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini menjadi titik balik untuk menciptakan pribadi yang lebih baik lagi.

Menurut Irwan, keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadhan tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku. Seperti meningkatnya kesabaran, keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.

Irwan menambahkan, refleksi diri menjadi penting agar nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadhan tidak hilang begitu saja setelah bulan suci berakhir.

Umat Islam diharapkan mampu menjaga konsistensi ibadah dan memperkuat hubungan baik dengan Allah maupun sesama manusia.

Dalam khutbah berteman "Kembali ke Fitra: Meneguhkan Kepedulian dan Pelayanan Kemanusiaan" tersebut, jamaah juga diingatkan bahwa kehidupan manusia bersifat singkat dan penuh ketidakpastian. Karena itu, penting untuk tidak menunda dalam melakukan kebaikan.

"Hidup ini sangat singkat. Jangan pernah menunda untuk berbuat baik, jangan menunda untuk meminta maaf, dan jangan menunda untuk memperbaiki hubungan dengan sesama," tegas Irwan.

Irwan juga menekankan pentingnya introspeksi terhadap kondisi hati dan perilaku setelah Ramadhan.

Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab, kata Irwan, adalah apakah seseorang menjadi lebih sabar, lebih peduli dan lebih dekat kepada Allah dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, suasana pelaksanaan Shalat Idul Fitri di lingkungan rumah sakit turut memberikan makna mendalam bagi jamaah.

Kondisi tersebut menjadi pengingat akan pentingnya bersyukur atas nikmat kesehatan serta kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan.

Irwan mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai awal baru dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, dengan hati yang lebih bersih serta semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah.

"Semoga Ramadhan menjadikan kita manusia yang lebih lembut hatinya, lebih peduli kepada sesama, dan lebih dekat kepada Allah," katanya.

Selain itu, pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini pun menjadi momen kebersamaan bagi jamaah untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.

Dengan semangat refleksi diri, Idul Fitri diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan umat Islam, baik secara pribadi maupun sosial.

Jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang digelar oleh Muhammadiyah di Masjid Baitusy Syifa, RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur (Jaktim).

Antusiasme warga untuk menunaikan ibadah di hari kemenangan terlihat dari membludaknya jumlah jamaah hingga meluber ke area luar masjid.

Sejak pagi hari, jamaah sudah berdatangan dan memenuhi area dalam masjid hingga halaman. Bahkan, karena kapasitas yang tidak mencukupi, saf shalat terpaksa diperluas hingga ke trotoar dan sebagian badan jalan di sekitar lokasi.

Mereka mengenakan pakaian terbaik dan membawa perlengkapan ibadah, seperti sajadah dan alas shalat. Khatib dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri tersebut diisi oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga, Irwan Akib.

Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan tampak jelas, dengan gema takbir berkumandang menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Sementara itu, petugas dari panitia dan aparat setempat turut mengatur jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan lancar. Pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas juga dilakukan untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi.