Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Nasib tragis menimpa Maria Malfina Dao (15), seorang pelajar SMP Negeri di Kecamatan Ende Kabupaten Ende, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.
Maria ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan gantung diri di kamar tidurnya.
Berdasarkan keterangan yang diterima dari Kasi Humas Polres Ende, Aipda Supardin, Jumat (20/3/2026) pagi, kejadian bermula pada saat sepupu kandung korban atass nama Maria Ratu Jebe mendengar adiknya Susana Sia Dao yang juga merupakan sepupu kandung korban memanggil nama korban namun tidak ada sahutan.
Karena penasaran, Susana akhirnya membuka pintu kamar korban. Ketika pintu dibuka, Suasana melihat korban sudah dalam kondisi gantung diri.
Melihat kondisi itu, Susana kemudian memanggil salah satu tetangganya Silvester Gaspar Kebu.
Melihat kejadian itu, Silvester kemudian memanggil paman korban atas nama Saferius Fransiskus Dei yang saat itu sedang berada di tempat duka tetangganya yang meninggal dunia.
Keduanya kemudian berupaya menurunkan korban dengan cara memotong tali yang menjerat leher korban dengan menggunakan parang.
Berdasarkan keterangan warga sekitar TKP, keseharian korban cenderung tertutup namun memiliki prestasi akademik yang bagus di sekolah.
"Bahwa selama ini korban tinggal bersama dengan keluarga sejak kedua orang tua korban berpisah. Bapak kandung korban telah menikah lagi dan saat ini berdomisili di pulau Sumba. Sedangkan Ibu kandung korban pun telah menikah lagi dan saat ini bekerja di Malaysia," terang Aipda Supardin dalam rilisnya.
Korban beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk pergi ke pulau Sumba menemui bapak kandungnya namun belum diijinkan oleh paman korban.
Baca juga: Jenazah Korban Kekerasan OTK di Papua Barat Daya Tiba di Ende, Disambut Isak Tangis Keluarga
Piket SPKT 1 Polsek Ende bersama Piket Samapta Polres Ende, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Ende, Kanit Reskrim Polsek Ende, serta Bhabinkamtibmas Desa Ndetundora I, yang dipimpin oleh Pamapta Polres Ende IPDA Arif Fauzi, langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan olah TKP guna mengumpulkan keterangan dan bukti awal.
Untuk memastikan kondisi korban, petugas turut menghubungi tenaga medis dari Puskesmas Ndetundora.
Penanganan jenazah dilakukan oleh dr. Ewaldina Yulsiana Dija Ghawa.
Saat tiba di TKP, korban diketahui telah diturunkan dan dibaringkan oleh pihak keluarga dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh pihak medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain bekas jeratan pada bagian leher.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Pihak keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah dan tidak mempersoalkan kejadian tersebut.
Rencana pemakaman korban akan dilaksanakan setelah menunggu kedatangan ayah korban yang saat ini berada di Pulau Sumba.
Sementara itu, aparat kepolisian juga telah menyelenggarakan administrasi penyelidikan sebagai bagian dari prosedur penanganan kasus. (bet)