SURYAMALANG.COM - Pemain diaspora yang merumput di liga top Eropa bisa memperkuat Timnas Indonesia dalam turnamen level Asia Tenggara.
Hal ini lantaran FIFA resmi meluncurkan turnamen FIFA ASEAN Cup yang akan diikuti negara-negara Asia Tenggara.
Ini bukan cerita perdana FIFA dalam menggelar turnamen berskala regional.
Sebelumnya, FIFA telah menggelar FIFA Arab Cup untuk negara-negara di Jazirah Arab.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar pada September-Oktober mendatang.
Turnamen ini akan menghadirkan dimensi baru bagi Timnas Indonesia.
FIFA ASEAN Cup bikin Timnas Indonesia berpeluang bisa memanggil para pemain diaspora yang berkarier di Eropa.
Pasalnya, turnamen ini akan digelar bertepatan dengan kalender internasional.
Selain itu, turnamen ini juga digelar langsung oleh FIFA.
Baca juga: Jelang Timnas Indonesia Tampil di FIFA Series, John Herdman Rampingkan Jumlah Pemain dari 41 Jadi 23
Situasi tersebut akan menambah daya tawar turnamen dan peserta untuk memanggil para pemain terbaiknya.
Tentu, ini akan menjawab keinginan publik Tanah Air sejak lama setelah PSSI gencar merekrut para pemain diaspora.
Sejak PSSI gencar menggenjot naturalisasi para pemain yang berkarier di Eropa, Timnas Indonesia memang bertambah kuat.
Timnas Indonesia juga berhasil lolos ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Setelahnya, para pemain diaspora juga makin sukses di liga-liga top Eropa, seperti Kevin Diks di Bundesliga Jerman, Calvin Verdonk di Ligue 1 Prancis, dan Jay Idzes di Liga Italia.
Sayangnya, para pemain diaspora yang telah direkrut oleh PSSI tidak bisa memperkuat Skuad Garuda pada turnamen level Asia Tenggara.
Pasalnya, Piala AFF yang jadi turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara tidak digelar bertepatan dalam kalender FIFA.
Alhasil, Timnas Indonesia dan negara-negara lainnya tidak bisa diperkuat para pemain terbaiknya yang main di Eropa.
Efeknya, turnamen ini makin kehilangan popularitasnya.
Baca juga: Upaya Jay Idzes dkk Demi Bela Timnas Indonesia, Hindari Konflik Timur Tengah Pilih Transit Singapura
Pada Piala AFF 2024, Timnas Indonesia bahkan tidak memanggil mayoritas para pemain seniornya, sekalipun hanya yang berkarier di liga domestik.
Shin Tae-yong waktu itu hanya memanggil para pemain di bawah 23 tahun dan sebagian kecil pemain senior seperti Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan.
Thailand dan Malaysia juga enggan menurunkan pemain terbaiknya, karena kompetisi digelar bertepatan dengan jadwal liga domestik.
Vietnam mungkin menjadi satu-satunya negara kuat di kawasan yang masih bersedia menurunkan seluruh kekuatan terbaiknya di turnamen ini.
Tidak heran andai mereka berhasil keluar sebagai juara di akhir turnamen.
Namun, ajang FIFA ASEAN Cup akan jadi pembuktian siapa yang akan menjadi penguasa Asia Tenggara sesungguhnya.