Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh keluarga korban setelah yang bersangkutan tidak merespons saat dipanggil.
Kasi Humas Polres Ende, Aipda Supardin, menjelaskan, kejadian bermula ketika sepupu korban mendengar salah satu anggota keluarga memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban.
Baca juga: Profil dan Karir Mayjen TNI Febriel Buyung, Jenderal Kelahiran Makassar Pangdam XVII Cenderawasih
Baca juga: Niat Salat Idulfitri Lengkap dengan Bacaan Arab dan Tata Caranya
Karena curiga, pintu kamar kemudian dibuka dan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Keluarga selanjutnya meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi kerabat lainnya untuk mengevakuasi korban dari dalam kamar.
Menurut keterangan polisi, korban diketahui tinggal bersama keluarga setelah kedua orang tuanya berpisah.
Ayah korban saat ini berada di Pulau Sumba, sementara ibunya bekerja di Malaysia.
Keluarga menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup.
Namun memiliki prestasi akademik yang baik di sekolah. Korban juga disebut sempat menyampaikan keinginan untuk bertemu ayahnya.
Setelah menerima laporan, aparat dari Polsek Ende dan Polres Ende mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan awal oleh tenaga medis dari Puskesmas Ndetundora tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan setelah ayah korban tiba dari Pulau Sumba.(*)