TRIBUNSUMSEL.COM - Pemerintah telah mengumumkan secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, setelah sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada Kamis (19/3/2026).
Dengan penetapan tersebut, pada Sabtu besok pagi, umat Islam akan melaksanakan shalat Idul Fitri atau sholat Ied.
Sholat Ied atau shalat Idul Fitri adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan umat Islam pada pagi hari saat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.
Dilansir dari Tribunnews.com, waktu pelaksanaan sholat Ied dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu zuhur.
Merujuk pada kebiasaan orang Indonesia, shalat Idul Fitri digelar mulai pukul 07.00 waktu setempat.
Ada pula yang mulai melaksanakan shalat Idul Fitri mulai pukul 06.00 hingga pukul 08.00 waktu setempat.
Sholat Ied atau Shalat Idul Fitri bisa dilakukan secara sendirian atau berjamaah baik di rumah, masjid, maupun lapangan.
Sebagai persiapan untuk mengikuti Sholat Ied, berikut bacaan niat dan tata cara Shalat Idul Fitri:
- Niat Sholat Idul Fitri sebagai Imam
Usholli sunnatan 'iidil fithri rok'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa
Artinya: Saya niat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala.
- Niat Sholat Idul Fitri sebagai makmum:
Usholli sunnatan 'iidil fithri rok'ataini ma’muuman lillaahi ta'aalaa
Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala.
- Niat Sholat Idul Fitri sendirian:
Ushalli sunnata li'idil fithri rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta'ala.
1. Sebelum Sholat Ied, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
2. Sholat Ied dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi'ah", tanpa azan dan iqamah.
3. Memulai dengan niat Sholat Ied.
4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
5. Lalu membaca doa iftitah:
"Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin."
6. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.
7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran, misalnya surat Al-A'la.
8. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.
Di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam) dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.
10. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran, misalnya surat Al-Ghasyiyah.
11. Ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam.
12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.
Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Sholat Idul Fitri untuk Laki-laki dan Perempuan, Lengkap Niatnya
Baca juga: Bacaan Takbir 7 dan 5 Kali saat Sholat Idul Fitri 1447 H/2026, Lengkap