Harta Kekayaan Michael Bambang Hartono, Pemilik Grup Djarum yang Meninggal, Rp 297 T Versi Forbes
Slamet Teguh March 20, 2026 04:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM- Kabar duka menyelimuti dunia bisnis Indonesia, Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik imperium bisnis Grup Djarum dan Bank Central Asia (BCA), meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026.

Orang terkaya ke-5 di Indonesia tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada usia 86 tahun di Singapura.

Kepergian Michael Bambang Hartono, tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menandai berakhirnya era salah satu tokoh paling berpengaruh dalam ekonomi nasional.  

Baca juga: Kabar Duka: Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Akan Dimakamkan di Jawa Tengah

Berikut mengenai harta kekayaan dan aset utama yang ditinggalkan oleh almarhum: 

Estimasi Total Kekayaan Terakhir 

Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires dan Bloomberg Billionaires Index per Maret 2026, kekayaan pribadi Michael Bambang Hartono diperkirakan mencapai: 

• Nilai Estimasi: Sekitar US$ 17,5 miliar hingga US$ 19,1 miliar. 

Dengan asumsi kurs Rp 16.995 per dollar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp 297,41 triliun.  

Michael Hartono menempati posisi 158 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. 

Forbes menyebutkan, sebagian besar kekayaan Michael dan Robert berasal dari investasi mereka di BCA.  

Selama lebih dari satu dekade, Bambang bersama adiknya, Robert Budi Hartono, secara konsisten menempati posisi puncak daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan gabungan keluarga mencapai lebih dari Rp 700 triliun. 

Sumber Kekayaan Utama (Gurita Bisnis) 

Kekayaan Bambang Hartono bersumber dari diversifikasi bisnis yang sangat luas, yang mencakup sektor perbankan hingga teknologi: 

1. Sektor Perbankan: Bank Central Asia (BCA) 

Investasi terbesar keluarga Hartono adalah kepemilikan saham di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).  

Keluarga Hartono membeli saham di BCA setelah keluarga kaya lainnya, keluarga Salim, kehilangan kendali atas bank tersebut selama krisis ekonomi Asia 1997-1998. 

Melalui perusahaan PT Dwimuria Investama Andalan, mereka menguasai sekitar 54,94 persen saham BCA.  

Valuasi saham ini menyumbang lebih dari 70 persen total kekayaan pribadi almarhum seiring dengan terus meroketnya kapitalisasi pasar BCA di bursa saham. 

Baca juga: Profil Robert Budi Hartono Orang Terkaya Nomor Satu di Indonesia, Bos BCA, Djarum Hingga Polytron

2. Sektor Manufaktur: PT Djarum 

Sebagai fondasi awal bisnis keluarga, PT Djarum tetap menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di dunia.  

Bisnis ini telah berkembang pesat sejak diteruskan oleh Bambang dan adiknya pasca-kebakaran hebat pabrik mereka pada tahun 1963. 

3. Sektor Teknologi dan Elektronik 

• Polytron: Melalui PT Hartono Istana Teknologi, keluarga ini menguasai pasar elektronik dalam negeri, termasuk ekspansi ke kendaraan listrik (EV) pada awal 2026.
• 
• Global Digital Niaga (Blibli): Ekosistem digital yang mencakup e-commerce Blibli, Tiket.com, dan jaringan ritel Ranch Market. 

4. Sektor Lainnya 

• Properti & Menara: Kepemilikan di PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
• Olahraga: Pemilik klub sepak bola Italia, Como 1907, yang baru-baru ini mencuri perhatian di Serie A.
• 
Sisi Lain: Kesederhanaan dan Prestasi Olahraga 

Meskipun memiliki harta berlimpah, Bambang Hartono dikenal luas karena gaya hidupnya yang low profile.  

Foto viralnya saat makan di warung tahu pong sederhana di Semarang menjadi bukti kerendahan hatinya yang ikonik. 

Selain itu, ia adalah atlet profesional cabang olahraga Bridge yang berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia pada Asian Games 2018 di usia 78 tahun. 

Dalam kehidupan pribadi, Michael diketahui menikah dan memiliki empat anak.  

Keempat anak sebagai ahli waris tersebut, yakni Roberto Setiabudi Hartono, Vanessa Ratnasari Hartono, Stefanus Wijaya Hartono, dan Tessa Natalia Hartono.

Ia tetap menetap di Kudus, kota kelahirannya yang juga menjadi pusat awal pertumbuhan bisnis keluarga Hartono.  

Bambang Hartono merupakan lulusan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, tepatnya pada tahun 1963.

Awal berkarier, Bambang Hartono merintis usaha warisan ayahnya yakni Djarum Gramophon.

Bambang Hartono pun mulai mengelola pabrik rokok tersebut pada tahun 1951 dan merubah namanya menjadi Djarum.

Seiring waktu berjalan, Djarum pun sukses di pasaran. 

Kabar meninggalnya Bambang Hartono ini pun telah dikonfirmasi oleh Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan.

"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," kata Budi dilansir Kompas.com, Kamis (19/3/2026).

Menurut Budi, jenazah Bambang Hartono rencananya akan dimakamkan di Jawa Tengah.

Namun Budi belum mengungkap detail rencana pemakaman Bos Djarum tersebut

Jenazah almarhum direncanakan akan disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Jakarta (20-22 Maret) dan GOR Jati Kudus, sebelum dimakamkan di makam keluarga di Jawa Tengah pada Rabu, 25 Maret 2026.

(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.