Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Pengakuan mengejutkan datang dari korban begal di jalur Curup–Lubuklinggau.
Pria yang disebut sebagai penolong di media sosial usai kejadian, justru kini diduga kuat sebagai bagian dari pelaku.
Aksi begal di Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau, kawasan Binduriang, mengungkap fakta baru dari keterangan korban dan keluarga.
Korban diketahui bernama Mangihut Tua Sihombing (22), warga asal Medan yang saat ini berdomisili di Kelurahan Kandang Emas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Saat ini, korban tengah menjalani perawatan di RS AR Bunda Kota Lubuklinggau akibat luka tikaman senjata tajam yang dialaminya saat kejadian.
Keluarga korban, Melanie, menegaskan bahwa pria yang sempat disebut sebagai penolong oleh akun-akun di sosial media, justru merupakan salah satu pelaku dalam aksi pembegalan tersebut.
“Dia bukan penolong, itu salah satu pelakunya, ini dari cerita korban sendiri,”sampai Melanie kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan keterangan korban yang saat ini sudah mulai sadar, aksi begal tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor jenis RX King.
Salah satu pelakunya adalah pria yang sempat terekam dan beredar fotonya di sosial media. Dimana rekan pria tersebutlah yang melakukan penikaman terhadap korban dan membawa kabur sepeda motor milik korban.
Baca juga: Mahasiswa Terluka Parah Diserang Begal di Binduriang, Polda Bengkulu Pastikan Keamanan Jalan Lintas
Pihak keluarga menyayangkan adanya informasi yang menyebut pelaku sebagai penolong, karena hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
"Jadi informasi itu tidak benar, dia bukan penolong seperti informasi beredar, itu pelakunya kata korban,"lanjut Melanie.
Sementara itu, kekasih korban, Mika, menyampaikan bahwa kondisi korban saat ini sudah sadar usai menjalani penanganan medis.
Menurutnya, korban juga telah memastikan bahwa pria dalam foto yang beredar merupakan salah satu pelaku pembegalan yang menyerangnya.
“Korban sudah sadar, dan dari keterangannya, yang di foto itu memang salah satu pelakunya. Pelaku ada dua orang, satu lagi yang membawa motor korban,” ujar Mika.
Ia juga berharap masyarakat yang mengenali pelaku dapat memberikan informasi kepada pihak berwajib.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk menekan angka kejahatan di jalur tersebut.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan melalui peningkatan patroli di sepanjang Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau, khususnya di wilayah yang kerap terjadi aksi kriminal.
Namun diakuinya, aksi curas masih terjadi karena para pelaku yang diduga memanfaatkan waktu-waktu tertentu.
"Tapi yang jelas pengamanan di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau sudah kita tingkatkan,"sampai Kapolres.
Selain itu, kepolisian juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada saat melintas.
“Apabila masyarakat merasa ragu atau takut melintas, dapat mendatangi polsek terdekat. Kami menyediakan pengawalan gratis,”ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengawalan tersebut, terutama saat melintasi daerah yang dianggap rawan tindak kejahatan.
"Silahkan manfaatkan layanan ini, gratis pengawalan dari kami saat melintasi jalan tersebut,"lanjut Kapolres.
Menanggapi maraknya aksi pembegalan, Kapolres membenarkan bahwa telah ada instruksi khusus kepada seluruh jajarannya.
Instruksi tersebut menekankan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana curas.
“Kami akan menindak tegas pelaku-pelaku kejahatan jalanan, khususnya begal ini,"tegasnya.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga akan melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang telah meresahkan masyarakat.
Kapolres memastikan, setiap pelaku yang terlibat akan diburu hingga tertangkap dan diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
"Mohon doanya agar semua pelaku yang telah meresahkan itu bisa tertangkap dan kita proses,"tutup Kapolres.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Rejang Lebong.
Niat hati ingin bertemu sang kekasih, namun nasib pahit justru dialami Mangihut Tua Sihombing (22).
Ia menjadi korban begal di jalur Curup, Rejang Lebong–Lubuklinggau, motornya dirampas dan dirinya mengalami luka akibat aksi kejahatan tersebut.
Mangihut Tua Sihombing (22), warga asal Medan yang saat ini berdomisili di Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu menjadi korban begal.
Saat ini, korban tengah menjalani operasi di RS AR Bunda Kota Lubuklinggau akibat luka tikaman senjata tajam yang dialaminya saat kejadian.
Dari informasi keluarga, korban sempat drop hingga akhirnya mulai sadar sebelum dibawa ke ruang operasi untuk penanganan medis lebih lanjut.
Korban mengalami luka cukup parah akibat senjata tajam yang digunakan pelaku saat merampas sepeda motor miliknya.
“Kondisi terakhir sudah sadar, tapi sekarang sedang dioperasi karena luka tusukan,”sampai pihak keluarga yang dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com, Melanie pada Rabu malam.
Pihak keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti tujuan awal korban saat berangkat.
“Kami masih belum tahu dia tadi mau ke mana, karena dia pergi sendirian, yang jelas keponakan kami ini mau ke Linggau dari Bengkulu,”tambah Melanie.
Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berangkat dari Bengkulu menuju Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, untuk menemui kekasihnya.