BOLASPORT.COM - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev buka suara sebelum negara kelahirannya, Bulgaria tampil pada ajang FIFA Series 2026.
Bulgaria bukanlah nama asing bagi pencinta sepak bola Indonesia.
Timnas Indonesia pernah dilatih oleh warga negara Bulgaria yaitu Ivan Kolev pada 2002-2004 dan 2007.
Selain itu, Ivan Kolev juga pernah melatih sejumlah tim lokal di Liga Indonesia.
Bahkan pelatih Timnas Bulgaria saat ini, Aleksandar Dimitrov pernah menjabat sebagai asisten Ivan Kolev di Timnas Indonesia.
Lama tak terlihat di Liga Indonesia, Ivan Kolev kini telah melatih tim kasta kedua Liga Bulgaria, FC Chernomorets Burgas.
Pria 68 tahun tersebut diwawancarai oleh DSport.bg untuk membahas perjalanannya di sepak bola Indonesia.
Selain itu, Ivan Kolev juga berbicara soal peluang Bulgaria di FIFA Series 2026 di Indonesia pada pekan depan.
Menurutnya, Bulgaria akan disambut meriah oleh publik Indonesia dan anak asuh Aleksandar Dimitrov akan merasakan kehangatan warga lokal.
"Saya yakin tim nasional akan disambut dengan baik, dengan penuh hormat, karena mereka adalah orang-orang seperti itu," ujar Ivan Kolev dikutip dari Dsport.dg.
"Tim akan merasa nyaman."
"Saya mengikuti kejuaraan ini karena saya terhubung dengan banyak tim di sana dan saya tertarik," kata Ivan Kolev memulai.
Setelahnya, dirinya curhat soal pengalamannya melatih Timnas Indonesia.
Ivan Kolev mengaku sulit membandingkan Timnas Indonesia saat ini dengan eranya melatih dulu.
Ivan Kolev mengaku sangat protektif dengan kebijakan naturalisasi pemain-pemain asing selama melatih Timnas Indonesia.
Sang pelatih mengaku kaget dengan banyaknya pemain asing di klub lokal dan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia dibandingkan saat masih melatih di sana.
Kebijakan ini dinilai masih belum berhasil mengangkat Timnas Indonesia ke level yang diinginkan.
"Perbandingan dengan masa saya dulu sulit dilakukan," ujar Kolev.
"Di masa saya, atas desakan saya sendiri, saat masih di tim nasional, saya sangat peduli dengan pemain lokal dan menentang naturalisasi lebih banyak pemain asing."
"Saya sudah melihat ada 5-6 pemain asing di klub-klub. Tim nasional juga penuh dengan pemain asing."
"Mereka berpikir ini berhasil bagi mereka. Hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Ivan Kolev menyayangkan kebijakan PSSI yang tetap mempercayai pelatih asing untuk menukangi Timnas Indonesia.
Namun, dirinya memahami bahwa PSSI butuh sosok yang butuh wibawa cukup besar dibandingkan pelatih lokal.
"Mereka mencari pelatih yang memiliki otoritas (wibawa) lebih besar," ujar Ivan Kolev.
"Mungkin penduduk setempat tidak menganggap mereka cukup berwibawa."
"Yang tentu saja merupakan kesalahan, tetapi begitulah penilaian mereka," katanya.