TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy angkat bicara terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya pelemparan bom molotov di sebuah toko buah di wilayah Balikpapan Timur.
Ia menegaskan, informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Perlu kami sampaikan kepada rekan-rekan media, bahwa benar telah terjadi peristiwa pelemparan di depan salah satu toko buah di Jalan Mulawarman, RT 07, Kelurahan Manggarbaru, Kecamatan Balikpapan Timur, pada Kamis sekitar pukul 21.45 Wita,” ujarnya kepada tribunkaltim.co, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Jamaah Sholat Idul Fitri di Halaman Bank Bukopin Balikpapan Tekankan Kedewasaan Sikapi Perbedaan
Namun demikian, Jerrold memastikan bahwa benda yang dilempar bukanlah bom maupun bom molotov seperti yang beredar di media sosial.
“Tidak ada bom. Saya tegaskan tidak ada bom, dan tidak juga bom molotov,” tegasnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan pecahan botol minuman berwarna coklat kemerahan. Setelah dilakukan penyelidikan, isi botol tersebut diketahui merupakan campuran bahan seperti alkohol dan cairan sejenis bahan bakar.
“Memang saat dilempar sempat menimbulkan percikan api kecil, namun tidak ada kerusakan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” jelasnya.
Kapolresta mengungkapkan, pelaku berinisial A (27), warga setempat yang tinggal di kawasan Manggarbaru, telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pelemparan tersebut dipicu rasa kecewa pelaku setelah keinginannya untuk menjadi juru parkir di toko buah tersebut tidak diakomodir oleh pemilik.
“Pelaku sempat datang menawarkan diri menjadi juru parkir, namun tidak diterima. Setelah itu ia pergi, dan beberapa saat kemudian kembali lalu melempar botol tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, polisi juga mendalami kondisi psikologis pelaku yang diduga tengah mengalami tekanan atau depresi.
Sebelumnya, pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 Wita, pelaku juga sempat diamankan polisi karena terlibat perselisihan dengan pengendara lain di jalan.
“Informasi dari warga, yang bersangkutan memang dikenal dan diduga mengalami tekanan karena masalah keluarga. Namun hal ini masih kami dalami bersama pihak kesehatan,” tambahnya.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Balikpapan Timur, sementara polisi juga berupaya menghadirkan pihak keluarga untuk pendampingan.
Kapolresta kembali mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk penggunaan istilah “bom molotov” yang dinilai tidak tepat dalam kasus ini.
“Kami pastikan situasi Balikpapan tetap aman dan kondusif. Jangan sampai penggunaan diksi yang tidak tepat justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya. (*)