Update Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Terdapat Pelaku Baru Inisial MAK
Khistian Tauqid March 20, 2026 03:29 PM

TRIBUNBATAM.id - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus akhirnya memperlihatkan titik terang.

Terdapat empat oknum TNI yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Keempat oknum TNI adalah NDP (berpangkat Kapten), L (berpangkat Lettu, BHW (berpangkat Lettu), dan ES (berpangkat Serda) yang kini sudah diamankan Pomdam Jaya. 

Khusus untuk pelaku dengan inisial BHC yang disampaikan dalam konferensi pers Polda Metro Jaya.

Hal itu berbeda inisial dengan yang diungkap dalam konferensi pers Mabes TNI yakni inisial BHW.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto angkat bicara terkait inisial pelaku yang berbeda tersebut.

Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa tidak ada perbedaan identitas sosok yang dimaksud.

Hanya perbedaan penyebutan inisial, namun sosok pelaku hanya satu orang atau sosok yang sama.

“Itu BHC sama BHW satu orang yang sama, terus dari Polda Metro Jaya ada MAK,” kata Kombes Budi kepada wartawan Kamis (19/3/2026).

Namun, Kombes Pol Budi Hermanto mengakui terdapat satu pelaku lagi  berinisial MAK yang turut terlibat dalam kasus tersebut.

Kendati demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara detail latar belakang pelaku MAK.

Hingga saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku.

TEROR AIR KERAS - Wajah dua terduga pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang diungkap Polda Metro Jaya dalam konferensi pers, Kamis (18/3/2026).
TEROR AIR KERAS - Wajah dua terduga pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang diungkap Polda Metro Jaya dalam konferensi pers, Kamis (18/3/2026). (Tribunnews.com)

Baca juga: Identitas 4 Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Terancam 7 Tahun Penjara

Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lainnya dalam kasus penyiraman air keras tersebut.

Polda Metro Jaya juga akan melimpahkan berkas perkara sosok yang diduga oknum prajurit TNI tersebut ke Polisi Militer.

Namun pelimpahan belum dilakukan karena masih menunggu kelengkapan administrasi untuk dilanjutkan ke peradilan militer.

"Saat ini secara resmi pelimpahan belum tapi koordinasi terlebih dahulu karena peradilannya kan berbeda," tegasnya.

Insiden Penyiraman Air Keras

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya menerangkan kejadian tersebut usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Dimas mengatakan usai insiden itu, Andrie Yunus pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.

Dimas melanjutkan, dari informasi awal yang diterima pihaknya, Andrie Yunus awalnya tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.

Kemudian, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021. 

"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ucapnya.

Adapun ia menyampaikan ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama yakni mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buf’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans. 

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," ucapnya.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.