Update Pencarian ABK Speedboat Habibi Express, Tim SAR Pakai Alat Deteksi Bawah Air
Cornel Dimas Satrio March 20, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) speedboat reguler Habibi Express yang terjatuh di perairan Sungai Sesayap, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).

Memasuki hari kedua pencarian ABK speedboat Habibi Express, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga empat nautical mile dari titik awal kejadian, Jumat (20/3/2026).

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Dede Hariana, mengungkapkan informasi kejadian tersebut pertama kali diterima pada Kamis (19/3/2026).

"Tanggal 19 Maret 2026 tepatnya di hari Kamis Kakansar Tarakan menerima bahwa terjadi man overboard ABK dari speedboat dengan nama kapal Habibi Express tujuan dari Tarakan ke Kabupaten Tana Tidung," ujar Dede, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, insiden terjadi sekira pukul 16.35 WITA saat kapal tengah mengangkut penumpang menuju Tana Tidung.

"Pada pukul 16.35 kejadiannya, jadi speedboat ini sedang mengantar penumpang namun ternyata mungkin ada perbaikan atau apa, akhirnya ABK terjatuh," jelasnya.

20032026 Kasi Ops SAR Tarakan Dede Hariana 01
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Dede Hariana, membeberkan update pencarian ABK speedboat Habibi Express yang terjaatuh di Sungai Sesayap, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: 9 Armada Cari ABK Speedboat yang Jatuh di Sungai Sesayap Tana Tidung

Informasi kejadian tersebut kemudian diterima BPBD Tana Tidung dari agen kapal dan langsung diteruskan ke Kantor SAR Tarakan.

"Setelah itu dari BPBD Tana Tidung langsung menerima agen kapal bahwa terjadi man overboard dan langsung diteruskan ke kantor SAR Tarakan," katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR langsung bergerak pada malam hari dengan mengerahkan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) beserta lima personel menuju lokasi kejadian.

"Malam hari itu juga kita langsung mengarahkan berupa Rigid Buoyancy Boat (RBB) satu unit dengan personel lima orang untuk menuju ke LKP," ungkap Dede Hariana.

Tim SAR diketahui tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 Wita dini hari dan langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan yang telah lebih dulu berada di lokasi.

"Tadi malam personel sampai di lokasi sekitar jam 2.00 WITA subuh dan langsung disambut oleh BPBD, dan unsur TNI, Polri," ujarnya.

Pada hari pertama pencarian, tim melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat atau last known position (LKP) dengan radius sekitar tiga nautical mile, Namun, hasil pencarian masih nihil.

"Untuk hasil pencarian tadi malam itu nihil," katanya.

Perluas Area Pencarian

Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas menjadi empat nautical mile dari titik awal kejadian dengan melibatkan unsur gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Brimob, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat.

"Untuk pencarian kemarin sekitar 3 Nautical miles dari atau last nit position atau titik terjadinya kecelakaan dan hari ini ditambah 1 lagi jadi 4 Nautical miles bersama unsur gabungan yaitu TNI, Polri, BPBD dan juga satuan lain serta relawan dan masyarakat," jelasnya.

Selain memperluas area, Tim SAR juga menggunakan alat pendeteksi bawah air untuk membantu proses pencarian.

"Di pencarian hari kedua ini kita perluasan area, kita juga Aqua eye untuk mendeteksi korban," tambahnya.

Adapun area pencarian difokuskan di perairan Sungai Sesayap dengan titik koordinat awal di sekitar 3°35'39.16" LU dan 116°59'31.26" BT, jarak tempuh sekitar 37,84 nautical mile atau kurang lebih tiga jam perjalanan laut dari Kantor SAR Tarakan.

Pada hari kedua ini, pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian yang membentang dari koordinat 3°36'9.51" LU hingga 116°58'15.76" BT, kemudian ke arah 3°35'27.25" LU dan 116°58'9.20" BT, dilanjutkan ke titik 3°35'38.85" LU dan 116°59'34.75" BT, hingga ke koordinat 3°35'32.54" LU dan 117°0'15.83" BT.

Baca juga: Tim SAR Tarakan Bantu Pencarian ABK Speedboat yang Jatuh di Sungai Sesayap Tana Tidung

Korban diketahui bernama Firman (25), warga Kabupaten Tana Tidung, dan hingga kini masih dalam status pencarian.

Dedi menambahkan, berdasarkan informasi awal yang diterima, korban diduga tidak dapat berenang, namun penyebab pasti korban terjatuh masih dalam proses penelusuran.

"Dari laporan ABK ini tidak bisa berenang tapi posisi jelasnya ABK saya belum konfirmasi kenapa dia bisa terjatuh," ujarnya.

Dalam operasi ini, Tim SAR juga didukung peralatan seperti satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Buoyancy Boat, perlengkapan medis, serta alat komunikasi. 

Kondisi cuaca saat pencarian dilaporkan cerah dan tidak terdapat hambatan signifikan.

Ia menegaskan, upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal bersama seluruh unsur gabungan hingga korban ditemukan.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.