Balita Korban Kecelakaan Tol Pemalang Akhirnya Meninggal, Total 5 Orang Sekeluarga Asal Bekasi Tewas
Ferdinand Waskita Suryacahya March 20, 2026 04:07 PM

 

 

TRIBUNJAKARTA.COM - Murel Arshaka Sachid (3), balita yang menjadi korban kecelakaan maut satu keluarga di ruas Tol Pejagan–Pemalang, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026).

Murel sempat menjalani perawatan medis di RS Siaga Medika Pemalang.

Ia merupakan satu-satunya korban yang sempat selamat dalam peristiwa kecelakaan satu keluarga pemudik asal Cikarang, Bekasi.

Kondisi Murel kritis saat ditemukan. Awalnya, korban tewas yakni pasangan suami istri dan dua anak.

Mereka adalah Gunawan (42), Devi Agustina (33), Nafisah Maisaroh (11), dan Narendra Dewan Gaozan (8). 

Kini, total lima orang sekeluarga asal Cikarang, Bekasi tewas dalam kecelakaan maut di jalur tol Pejagan-Pemalang KM 290 jalur B (one way) pada Kamis (19/3/2026).

BALITA KORBAN KECELAKAAN - Murel Arshaka Sachid (3), balita yang menjadi korban kecelakaan maut satu keluarga di ruas Tol Pejagan–Pemalang, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026). (Kompas.com/Tresno Setiadi/Dedi Muhsoni)

Kondisi Korban 

Sejak tiba di ruang ICU RS Siaga Medika, balita malang tersebut terus berjuang melawan cedera kepala serius akibat benturan keras. 

Kini, Murel telah berpulang menyusul ayah, bunda, serta dua kakaknya yang lebih dulu meninggal dunia akibat peristiwa yang sama. 

Humas RS Siaga Medika Pemalang Indra Setiawan membenarkan kabar meninggalnya balita tersebut pada pukul 16.35 WIB, Kamis (19/3/2026). 

Dengan demikian, seluruh anggota keluarga yang berada di dalam mobil tersebut dinyatakan meninggal dunia. 

"Untuk korban terakhir yang tadi 1 keluarga meninggal dunia, saat ini telah meninggal dunia pada pukul 16.35 sore tadi di rumah sakit siaga mediaka. Totalnya yang meninggal 5 orang," kata Indra melalui keterangan resminya dikutip dari Kompas.com.

Jenazah Disemayamkan di Rumah Duka 

Sebelumnya, Murel sempat menjadi satu-satunya korban selamat yang mendapat perawatan intensif di RS Siaga Medika akibat benturan keras di kepalanya. 

Namun, takdir berkata lain setelah tim medis berupaya maksimal menangani luka serius yang diderita balita tersebut. 

Sementara itu, bus Agra dengan nomor polisi T 7622 DA hanya mengalami kerusakan ringan pada badan bus bagian belakang dan seluruh penumpang bus dinyatakan selamat. 

Saat ini, kelima jenazah penumpang minibus Calya sudah disemayamkan di rumah duka Dusun Peron, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Diketahui, kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni mobil Toyota Calya bernomor polisi B-2399-FFR dan bus Hino Agra Mas bernomor polisi T-7622-DA. 

Pemudik dari Kota Cikarang, Bekasi yang menaiki mobil Calya sedang melakukan perjalanan menuju Dusun Peron, Petakuran. 

Lokasi kampung halaman korban berada di Dusun Peron, Petarukan. Jarak dengan tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan sekitar 30 kilometer. 

Kronologi

Mobil Calya yang ditumpangi lima orang tersebut melaju dari arah barat menuju timur dengan tujuan keluar Gerbang Tol (GT) Pemalang. 

Rombongan satu keluarga itu diketahui sedang melakukan perjalanan mudik dari Cikarang menuju Petarukan, Pemalang. 

Kecelakaan terjadi saat kendaraan korban hampir mencapai tujuan. Mereka diketahui berencana keluar melalui GT Exit Gandulan Pemalang.

“Tujuan korban memang ke Pemalang. Mereka sudah mendekati Exit Gandulan, tetapi kecelakaan terjadi di KM 290,” kata Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sementara, mobil Calya diduga menabrak bagian belakang bus yang sedang berhenti di bahu jalan karena kondisi darurat. 

Saat itu, Bus Agra sedang berhenti darurat di bahu jalan untuk mengecek ban dan lampu darurat juga sudah dinyalakan. 

Calya yang berisi rombongan para korban kemudian datang dan oleng ke kanan hingga menabrak bagian belakang bus. 

Ia menduga pengemudi sedang mengantuk karena dalam pergerakan kendaraan tidak ditemukan tanda-tanda pengereman. 

“Dugaan sementara, pengemudi mengantuk. Hal ini terlihat dari tidak adanya tanda pengereman maupun upaya memperlambat kendaraan sebelum tabrakan terjadi. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Wuri dikutip dari Kompas.com.

Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya meninggal saat dalam penanganan medis. 

“Satu korban anak usia 3 tahun selamat namun dalam kondisi kritis. Mohon doanya semoga masih bisa diselamatkan,” jelasnya. 

Atas peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama dengan beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk. 

Sementara itu, Siti (56), selaku kerabat korban mengatakan, keluarga tersebut rutin mudik setiap tahun demi bertemu keluarga besarnya di kampung halaman. 

“Itu keponakan saya yang kecelakaan, perjalanan dari Cikarang mudik pulang kampung ke Petarukan seperti tahun sebelumnya,” ujarnya saat ditemui di RS Siaga Medika Pemalang. 

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Lahat Sumsel, Bus Hilang Kendali Masuk Jurang, Pelajar Jakarta Pusat Tewas
  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Tol Bocimi, Mobil Asal Depok Terguling Alami Ban Selip, Kerugian Rp 6 Juta
  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Jakut, Truk Ringsek Bikin Macet, Layanan TransJakarta Sempat Terganggu
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.